BALI EXPRESS - Gempa bumi yang mengguncang perairan Tuban, Jawa Timur pada Jumat (22/3) terus menjadi sorotan. Lebih dari puluhan gempa susulan terjadi di titik yang sama, menciptakan kekhawatiran di masyarakat.
"Gempa paling besar yang dirasakan terjadi tiga kali dengan kekuatan magnitudo 6,0 kemudian 5,4 dan 6,5," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono.
Salah satu daerah yang terdampak parah adalah pulau Bawean, bagian dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Guncangan gempa bahkan menyebabkan ambruknya Masjid Al Muhajirin di Desa Gunungteguh, Kecamatan Sangkapura, Bawean.
Sontak unggahan itu pun menuai beragam respons dari warganet.
Banyak warganet yang menebak-nebak fenomena munculnya air panas dari tanah tersebut.
Tak hanya itu, dampak gempa ini juga menciptakan fenomena alam menarik.
Air panas mulai muncul dari dalam tanah, terlihat dari semburan air panas di halaman sekolah di Bawean.
Fenomena ini menjadi viral di media sosial, dengan banyaknya video yang beredar menunjukkan semburan air panas dari tanah.
"Munculnya semburan air panas itu terjadi setelah gempa bumi susulan ketiga," kata @tiar***.
Bahkan, ada laporan bahwa halaman sekolah SMP-SMA Islamiyah Bawean digenangi air akibat fenomena ini, menyebabkan kekhawatiran di antara warga sekitar.
"Mungkin efek air tanah dipanaskan baik oleh magma dangkal (batuan cair) atau melalui sirkulasi melalui patahan ke batuan panas jauh di dalam kerak bumi," tebak @adi****.
Meskipun begitu, belum ada kepastian pasti tentang penyebab munculnya air panas ini. Banyak spekulasi muncul dari warganet, mulai dari pengaruh magma dangkal hingga kemungkinan munculnya gunung berapi.
Kejadian gempa di Tuban dijelaskan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono.
"Gempa tersebut adalah gempa tektonik dangkal akibat aktivitas sesar aktif di Laut Jawa," katanya
Getaran dari gempa ini juga dirasakan di Pulau Bawean, menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah. ***