BALI EXPRESS - Sebuah insiden tragis mengguncang Malang ketika seorang suster atau nanny dituduh membuat luka lebam di beberapa bagian wajah seorang balita yang merupakan anak selebgram terkenal, Aghnia Punjabi.
Informasi tentang penganiayaan itu tersebar luas setelah Aghnia mengunggah ceritanya melalui akun Instagram pribadinya, @Emyaghnia.
Dalam unggahannya, Aghnia memperlihatkan foto anaknya yang menderita lebam di mata dan luka-luka di telinga.
Dia menyatakan bahwa dia tidak pernah mengalami masalah dengan suster yang dikenal dengan inisial "I" tersebut.
"Astaghfirullahaladzim, biadab kamu suster 'I'," tulis Aghnia di unggahannya pada Jumat (29/3), "sudah dianggap keluarga, dititipkan anak 2 hari kenapa kau siksa belahan jiwaku ini."
"Sudah di anggap keluarga, dititipin anak 2 hari kenapa kau siksa belahan jiwa ku ini.
update, alhamdulillah @polrestamalangkotaofficial sedang menangani kasus ini dengan cepat, doakan lancar dan tersangka dibalas dengan balasan yang setimpal," sambungnya.
"Perlu di ketahui sebelumnya saya tidak memiliki masalah apapun dengan sus “i” posisi sus adek sepertinya tidak mengetahui cana disiksa! saya ambil dari YAYASAN TERKENAL di surabaya bahkan sampai seluruh indonesia tau yayasan ini yang tidak akan saya sebutkan," tulisnya.
Aghnia menjelaskan bahwa anaknya dititipkan kepada suster I selama 2 hari. Namun, dia terkejut melihat kondisi anaknya yang penuh luka.
Unggahan Aghnia mendapat respons yang luar biasa dari warganet, dengan lebih dari 1,7 juta likes dan kolom komentar yang dipenuhi dengan ekspresi empati.
Aghnia juga membagikan potongan video yang menunjukkan bagaimana anaknya disiksa oleh suster I. Bukti kekerasan tersebut terekam dalam CCTV.
"Saya ambil (rekrut) dari yayasan terkenal di Surabaya bahkan sampai seluruh Indonesia tahu yayasan ini yang tidak akan saya sebutkan," kata Aghnia Punjabi.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, mengonfirmasi bahwa pelaku sudah diamankan di rumah orang tua korban pada sore hari tanggal 29 Maret.
"Iya (diamankan) di rumah orang tua korban, sore tadi," ujar Kompol Danang ketika dihubungi oleh awak media.
Kompol Danang menjelaskan bahwa kejadian penganiayaan itu terjadi pada hari Kamis, 28 Maret.
Namun, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengumpulkan bukti-bukti dan mendapatkan informasi lebih detail tentang kejadian tersebut.
"Sedang diperiksa. Selesai diperiksa saya infokan (detailnya lebih lanjut nanti) kami masih bekerja," terang Danang. ***