Ledakan Oven Rumah Produksi Roti yang Sedang Viral Jadi Sorotan: Delapan Orang Alami Luka Bakar
I Putu Suyatra• Senin, 15 April 2024 | 19:03 WIB
EVAKUASI: Anggota Polsek Gresik Kota dibantu tim medis saat mengevakuasi korban untuk dilarikan di Rumah Sakit. (Yudhi/Radar Gresik )
BALI EXPRESS - Oven rumah produksi roti di Papa Cookies Bakery mengalami ledakan yang menyebabkan delapan orang mengalami luka bakar.
Kejadian ini berlangsung di Perumahan BP Kulon, Ikan Gurami 4 No. 08, RT 003 RW 008, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik.
Bolu roti Papa Cookies sedang menjadi sorotan warga Gresik karena viral dan diminati banyak orang.
Namun, kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di tengah popularitas roti tersebut.
Informasi yang berhasil kami himpun menyebutkan bahwa delapan orang terluka akibat ledakan oven roti.
Diantara mereka, enam orang dirawat di RS Petrokimia Gresik, termasuk Rista Zakiyatun Nabila (17 tahun) dari Desa Paspan, Kabupaten Lamongan, dengan luka bakar sebesar 10 persen, dan Rahmat Yuliadi Mubarak (42 tahun) dari Jl. Diponegoro, Desa Bangkok, Kabupaten Lamongan, dengan luka bakar mencapai 60 persen.
Selain itu, terdapat korban lain yang dirawat di RS Muhamadiyah dan RS Semen Gresik.
Ragil Hasta Dewa (22 tahun) dari Kelurahan Nglanes, Madiun, mengalami luka bakar sebesar 20 persen, sementara Rossi Kurniawan (19 tahun) dari Desa Kebalenan, Banyuwangi, mengalami luka bakar sebesar 75 persen.
Menurut Kanitreskrim Polsek Gresik Kota Ipda Azis, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian ini.
Meski demikian, satu saksi dari korban masih belum dapat diperiksa karena masih dalam kondisi syok.
"Kami masih terus melakukan pemeriksaan. Awalnya, penyelidikan dilakukan di Polsek, namun rencananya akan dilimpahkan ke Polres Gresik," ungkap Azis.
Azis juga menjelaskan bahwa dari delapan korban yang mengalami luka bakar, enam diantaranya dirawat di RS PT. Petrokimia Gresik, satu di RS Muhamadiyah, dan satu lagi di RS Semen Gresik.
Ledakan oven roti diduga berasal dari bagian oven pembuat roti, sementara karyawan di lantai dua dan luaran dalam keadaan aman.
"Sebagian besar korban adalah karyawan magang," tambah Azis.
Kejadian ini menunjukkan perlunya perhatian ekstra terhadap keselamatan dan keamanan dalam industri roti rumahan.
Semoga para korban segera pulih dan peristiwa serupa tidak terulang di masa depan. ***