BALI EXPRESS - Penyelidikan atas ledakan bom ikan di Lingkungan Tegalpongo, RT 06 RW 09, Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan Jawa Timur terus berlanjut oleh pihak kepolisian.
Pada Sabtu pagi (11/5), petugas kembali melakukan kunjungan ke lokasi kejadian untuk menyisir area yang terdampak ledakan guna mengantisipasi kemungkinan masih adanya benda berbahaya.
Dalam operasi ini, petugas juga terlihat mengevakuasi jenazah korban menggunakan kantong mayat.
Tim gabungan dari Polda Jawa Timur, termasuk tim jibom (penjinak bom), Gegana, dan infafis, turut serta dalam operasi tersebut sejak pukul 08.00 pagi.
Mereka menggunakan perangkat deteksi bom untuk menyisir lokasi kejadian.
Titik lokasi ledakan tersebut merupakan bangunan semi permanen yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai gudang.
Gudang tersebut merupakan milik Ahmad alias Mat Cung, 45 tahun, dengan ukuran sekitar 5 x 10 meter, yang terletak di sisi utara rumahnya.
Saat penyisiran, petugas menemukan sosok jenazah di antara reruntuhan bangunan, yang kemudian dievakuasi dari lokasi kejadian.
Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Makung Ismoyo Jati, memastikan bahwa terdapat satu korban meninggal dalam insiden tersebut.
"Kami telah melakukan pemeriksaan saksi dan penanganan pasca ledakan. Pagi ini, kami melakukan sterilisasi untuk mengamankan lokasi," ujarnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi, diduga kuat ledakan tersebut disebabkan oleh bom ikan.
Korban diidentifikasi sebagai Ahmad alias Mat Cung.
Menurut informasi, sekitar pukul 21.00, Mat Cung meminta istrinya untuk membelikan solar karena berniat melaut.
Namun, hanya sepuluh menit setelah masuk ke gudang, ledakan terjadi.
Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui apakah bom ikan yang meledak tersebut merupakan buatan korban sendiri.
"Masih dalam proses penyelidikan," tambah kapolres.
Kejadian ini mengubah ketenangan warga Kelurahan Ngemplakrejo, yang digemparkan oleh ledakan keras pada Jumat (10/5) malam.
Ledakan tersebut mengakibatkan kerusakan pada lima rumah warga dan ditemukannya potongan tubuh manusia di sekitar lokasi kejadian. ***