UPDATE! Tragedi Perpisahan Berujung Duka: Jenazah Korban Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana Dimakamkan di TPU Pasir Putih
I Putu Suyatra• Minggu, 12 Mei 2024 | 21:18 WIB
UPTD Pemakaman Umum, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Pemakaman Umum Kota Depok menyiapkan sebanyak 10 liang lahat di TPU Pasir Putih. (Istimewa)
BALI EXPRESS - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah menyiapkan 10 liang lahat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pasir Putih, Sawangan, sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi para siswa SMK Lingga Kencana yang meninggal dunia dalam kecelakaan bus pariwisata di Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (11/5).
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemakaman Umum, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Pemakaman Umum Kota Depok Muhamad Iksan mengatakan, pemilihan lokasi TPU Pasir Putih didasari kedekatannya dengan domisili para korban.
"Kami pilih di sini (TPU Pasir Putih) karena dekat dari domisili korban. Proses penggalian sedang berlangsung," ungkap Iksan, Minggu (12/5).
Hingga saat ini, Pemkot Depok belum mendapatkan informasi terkait kapan jenazah akan tiba di Kota Depok.
"Belum tahu jenazah tiba jam berapa, kami masih terus melakukan koordinasi, yang jelas Liang Lahat sudah kami sediakan," ucap Iksan.
Pemkot Depok juga mempersilakan keluarga korban untuk memilih lokasi pemakaman lain jika mereka menginginkannya.
"Jika keluarga memiliki lokasi lain atau lokasi khusus, kami persilahkan untuk dimakamkan di tempat lain," ungkapnya.
"Atas kejadian ini, kami mengungkapkan duka mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan," kata Iksan.
Kecelakaan maut bus pariwisata yang membawa rombongan siswa SMK Lingga Kencana menelan korban jiwa sebanyak 11 orang. Para jenazah saat ini telah dibawa ke RSUD Subang untuk menjalani visum.
Bendera setengah tiang dikibarkan di halaman SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat, Minggu (12/5). (Muhammad Rizwan/JawaPos.com)
SMK Lingga Kencana diselimuti duka mendalam pasca kecelakaan maut yang merenggut nyawa 9 siswanya dan 1 orang guru di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (11/5) malam.
Bendera setengah tiang berkibar di halaman sekolah sebagai tanda penghormatan terakhir bagi para korban. Kesedihan menyelimuti seluruh civitas akademika SMK Lingga Kencana.
"Kami sangat berduka atas kejadian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar salah seorang petugas sekolah SMK Lingga Kencana, Minggu (12/5).
Raut duka terpancar di wajah para guru, staf sekolah, dan orang tua siswa yang hadir di sekolah.
"Salah satu guru kami juga menjadi korban meninggal," ungkap Khoderi, salah seorang guru SMK Lingga Kencana.
Sebagai bentuk penghormatan, karangan bunga duka cita terpajang di halaman sekolah.
Salah satu karangan bunga tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan tulisan:
"Turut berduka cita kepada keluarga guru dan keluarga SMK Lingga Kencana Depok, korban kecelakaan Ciater, Subang." ***