Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tiga Jenazah Korban Kecelakaan Maut Bus SMK Lingga Kencana Disalatkan Bersama: Soal Santunan Wakil Walikota Mau Tanya Dulu ke Pemkot

I Putu Suyatra • Minggu, 12 Mei 2024 | 21:27 WIB

 

Jenazah korban kecelakaan SMK Lingga Kencana usai disalatkan di Musala Al-Kautsar, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Minggu (12/5). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
Jenazah korban kecelakaan SMK Lingga Kencana usai disalatkan di Musala Al-Kautsar, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Minggu (12/5). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

BALI EXPRESS - Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut bus SMK Lingga Kencana di Subang, Jawa Barat.

Tiga jenazah dari 11 korban meninggal dunia, yakni Mahesya Putra, Intan Rahmawati, dan Dimas Aditya, disalatkan secara bersama-sama di Musalah Al-Kautsar, Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada Minggu (12/5).

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, turut hadir dalam prosesi salat jenazah dan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.

"Anak-anak kami yang mengalami musibah kecelakaan, kami turut berduka cita," ungkapnya.

Baca Juga: UPDATE! Tragedi Perpisahan Berujung Duka: Jenazah Korban Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana Dimakamkan di TPU Pasir Putih

"Kedatangan kami ke sini untuk ikut mensalatkan, semoga almarhum-almarhumah ditempatkan di surga-Nya Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan dapat diberi kesabaran," ujar Imam di Musalah Al-Kautsar.

Pemerintah Kota Depok telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk membantu para korban dan keluarga, termasuk mobil ambulans, rumah sakit, dan lahan pemakaman gratis.

"Kami menyiapkan berbagai fasilitas bagi anak-anak kami dari mulai penjemputan mobil ambulans, sampai penguburan jenazah. Menyiapkan juga rumah sakit di sekitar Depok, RSUD dan RSUI, RS Brimob, semuanya ditampung dan kami menyediakan pemakaman gratis untuk anak-anak kami yang mengalami musibah," kata Imam.

Mengenai santunan, Imam Budi Hartono belum bisa memastikan apakah Pemkot Depok akan memberikannya atau tidak.

"Minimal santunan dari Jasa Marga ya, kami akan tanyakan ke Pemerintah Kota Depok ada santunan atau tidak," pungkasnya.

Sementara itu, musibah yang menimpa keluarga besar SMK Lingga Kencana sangat dirasakan oleh pihak sekolah.

Baca Juga: Paket Melukat Mewah dari Hoshinoya Bali: Hilangkan Stress hingga Mimpi Buruk, Lokasinya di Pura Tirta Empul dan Sebatu Gianyar

Pihak sekolah sangat berduka atas kehilangan nyawa siswa dan guru SMK Lingga Kencana. Bendera setengah tiang dikibarkan di halaman sekolah sebagai bentuk penghormatan terakhir.

"Pengibaran bendera setengah tiang adalah ungkapan duka," ujar seorang petugas sekolah SMK Lingga Kencana pada hari Minggu (12/5).

Raut wajah sedih tergambar jelas pada para guru, petugas sekolah, dan orangtua siswa di sekolah tersebut.

"Satu guru juga menjadi korban meninggal," kata Khoderi, salah seorang guru SMK Lingga Kencana.

Selain pengibaran bendera setengah tiang, karangan bunga duka cita juga terpampang di halaman SMK Lingga Kencana.

"Turut berduka cita kepada keluarga guru dan keluarga SMK Lingga Kencana Depok, korban kecelakaan di Ciater, Subang," demikian tulisan pada karangan bunga yang dikirim oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Seperti yang diketahui, rombongan SMK Lingga Kencana berangkat ke Bandung, Jawa Barat, sejak tanggal 10 Mei 2024 dan seharusnya kembali pada hari Sabtu (11/5).

Bus dengan plat nomor asal Wonogiri mengalami kecelakaan pada pukul 18.45 WIB di turunan Ciater, Jalan Subang.

Diduga kendaraan mengalami rem blong dan menabrak kendaraan lain hingga akhirnya terguling. ***

Editor : I Putu Suyatra
#SMK Lingga Kencana #bendera setengah tiang #kecelakaan #depok #bus #guru #siswa #sawangan