Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

INI YANG SEDANG VIRAL! Pria Asal NTT Menyamar sebagai Perwira TNI AL untuk Menipu, Ditangkap saat Akan Hadiri HUT ke-79 TNI di Monas

I Putu Suyatra • Selasa, 1 Oktober 2024 | 02:05 WIB
ASA: TNI Gadungan sebelum (kiri) dan sesudah (kanan) diamankan oleh personel Pusat Polisi Militer TNI. (FOTO: Twitter)
ASA: TNI Gadungan sebelum (kiri) dan sesudah (kanan) diamankan oleh personel Pusat Polisi Militer TNI. (FOTO: Twitter)

BALIEXPRESS.ID – Seorang pria berinisial JGK (23) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) diamankan oleh personel Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI pada Jumat (27/9) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. JGK yang menyamar sebagai perwira TNI Angkatan Laut (AL) berhasil ditangkap saat bersiap menghadiri peringatan HUT ke-79 TNI.

JGK diketahui mengklaim dirinya sebagai perwira rohani di Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VII Kupang, NTT.

Penyamaran ini ternyata bukan sekadar upaya iseng, melainkan bagian dari modus penipuan yang telah ia lakukan kepada beberapa warga NTT yang bercita-cita menjadi anggota TNI AL.

JGK menjanjikan kelulusan seleksi melalui jalur tidak resmi dengan imbalan sejumlah uang.

Viral di Media Sosial: JGK dengan Pakaian TNI AL Palsu

Aksi JGK menjadi viral setelah video dirinya mengenakan seragam lengkap TNI AL diunggah ke media sosial.

Dalam video yang dibagikan oleh akun Instagram @tante.rempong.official, JGK tampak percaya diri dengan pakaian dinas TNI AL.

Ia bahkan membuat konten video yang mengungkapkan niatnya untuk ikut serta dalam perayaan HUT TNI ke-79 dan menyampaikan pesan patriotisme untuk Indonesia.

Setelah diselidiki, diketahui bahwa JGK memperoleh atribut TNI AL palsu dengan membelinya di Pasar Turi, Surabaya.

Dengan atribut tersebut, ia berhasil menipu calon pendaftar TNI AL dari NTT, memanfaatkan mimpinya untuk menjadi anggota TNI dengan cara-cara yang tidak sah.

Penipuan ini dilaporkan telah berlangsung sejak Agustus 2024, dengan kerugian yang mencapai puluhan juta rupiah.

Penangkapan JGK: Polisi Militer Lacak Pelaku di Beberapa Kota

Penangkapan JGK merupakan hasil kerja keras Lantamal VII Kupang yang mendapatkan laporan dari para korban penipuan.

Dalam proses penelusuran, petugas Polisi Militer TNI AL melacak JGK hingga ke beberapa kota, termasuk Bali, Surabaya, dan Malang.

Akhirnya, JGK berhasil ditangkap di Jakarta, tepat sebelum acara HUT TNI di Monas.

Barang bukti yang disita dari JGK antara lain tas selempang, KTP, kartu BPJS, dua kartu ATM dari Bank Mandiri dan BRI, buku tabungan, foto ukuran 4x6, hingga satu botol minyak kayu putih dan minuman keras.

Meski JGK telah ditangkap, Lantamal VII Kupang masih mendalami kasus ini karena diduga ada lebih banyak korban penipuan yang belum melapor.

TNI AL Tegaskan Penerimaan Anggota Dilakukan Secara Resmi

Komandan Polisi Militer Angkatan Laut (Danpomal) Lantamal VII Kupang, Letkol Laut (PM) Catur Dono Wibowo, menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan anggota TNI AL dilakukan sesuai prosedur resmi.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pemuda-pemudi NTT, untuk tidak mudah percaya dengan pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan melalui jalur tidak resmi.

“Kami mengimbau kepada pemuda-pemudi NTT yang ingin mendaftar TNI AL untuk tidak mempercayai oknum-oknum yang menjanjikan kelulusan seleksi. Lantamal benar-benar melaksanakan tes masuk sesuai dengan ketentuan dan hasil tes yang diperoleh para calon,” ujar Letkol Laut Catur Dono dalam keterangan resminya pada Minggu (29/9).

Kasus Terus Dikembangkan, Pelaku Diserahkan ke Polisi

JGK saat ini telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasus penipuan ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap segala bentuk tawaran yang mencurigakan terkait jalur masuk institusi resmi seperti TNI.

Lantamal VII Kupang akan terus mengusut kasus ini untuk menemukan korban-korban lain yang mungkin belum melapor.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menginstruksikan seluruh jajaran TNI AL untuk terus menjalankan tugas dengan integritas tinggi.

"TNI AL akan terus bekerja sesuai prosedur yang berlaku, tanpa toleransi terhadap oknum-oknum yang mencoba merusak citra institusi," tegasnya.

Penangkapan JGK menjadi pengingat bahwa upaya menipu dengan berpura-pura sebagai bagian dari institusi negara tidak hanya berisiko hukum, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga resmi. *** 

Editor : I Putu Suyatra
#monas #ntt #penipuan #tni al