BALIEXPRESS.ID – Nasib nahas menimpa Heru (50), warga Temborejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Heru tewas di lokasi setelah tertabrak Kereta Api (KA) Tawang Alun jurusan Banyuwangi-Malang di Desa Bendungan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, pada Kamis siang (3/10).
Insiden tragis ini membuat geger warga sekitar, dan pihak berwenang langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kronologi Kecelakaan Maut
Sebelum insiden fatal terjadi, Heru mengendarai sepeda motor Yamaha Mio berwarna merah dengan nomor polisi N 4633 XN.
Ia awalnya melaju dari arah timur ke barat di sepanjang jalan desa. Namun, sesampainya di perlintasan kereta di km 55 6/7, Heru tiba-tiba memutuskan untuk berbalik arah.
Anehnya, bukan berbelok seperti biasanya, motor justru melaju lurus menabrak batas jalur lintasan kereta api.
Misteri di Balik Kejadian Aneh
Menurut saksi mata Agus (48), warga setempat yang pertama kali melihat kecelakaan, Heru tampak berusaha memutar balik ke arah timur.
Namun, tak disangka, motornya malah melaju lurus ke arah utara, menyeberang rel, dan menabrak batas lintasan KA.
"Waktu itu saya lihat dia mau balik arah, tapi kok tiba-tiba malah lurus dan menabrak pembatas rel," ungkap Agus penuh kebingungan.
Saat tubuh Heru terpental akibat benturan, pada saat bersamaan, KA Tawang Alun yang melaju dari arah timur menghantamnya hingga korban terpental sejauh 10 meter dari titik tabrakan awal.
Apa yang sebenarnya terjadi? Riwayat gangguan jiwa korban yang diungkapkan keluarganya menjadi tanda tanya besar dalam insiden ini.
Tewas di Tempat, Motor Tergeletak di Jalur
Heru mengalami luka parah dan tewas di tempat, sementara motornya tergeletak tidak jauh dari lokasi.
Pihak Satlantas Polres Pasuruan Kota yang dipimpin oleh Kanit Gakkum, Ipda Prasetyo, langsung melakukan olah TKP dan menyatakan bahwa korban diduga tidak dapat mengendalikan motornya saat berbalik arah.
"Kemungkinan karena laju kendaraan terlalu kencang, korban menabrak batas jalur lintasan kereta," jelasnya.
Polsuska Daop 9 Jember, Juni P, Turut Melakukan Penyelidikan
Polisi khusus kereta api (polsuska) dari Daop 9 Jember, Juni P, yang saat itu bertugas di pos 104, langsung merespon insiden tersebut.
"Kami mendapat kabar ada yang tertabrak KA, namun saat dicek, korban sudah meninggal di lokasi," tutur Juni. Meski insiden ini tragis, perjalanan KA tidak terganggu dan kerugian materiil nihil.
Pelajaran Penting untuk Keselamatan di Perlintasan Rel
Insiden ini menjadi peringatan bagi semua pengendara untuk selalu berhati-hati saat melintas di area rel kereta api.
Apa yang sebenarnya terjadi di balik kecelakaan aneh ini? Dengan riwayat kesehatan korban dan jalur yang lurus tiba-tiba, pertanyaan mengenai faktor-faktor penyebab kecelakaan ini masih menimbulkan tanda tanya. ***
Editor : I Putu Suyatra