Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Kecelakaan Mengerikan di Jalur Tengkorak: Pasutri Tewas Terseret Truk Tronton Belasan Meter

I Putu Suyatra • Senin, 7 Oktober 2024 | 02:39 WIB
Korban pengendara sepeda motor tertabrak truk tronton di seberang SPBU Tambakaji, Kota Semarang, Minggu (6/10/2024). (ISTIMEWA)
Korban pengendara sepeda motor tertabrak truk tronton di seberang SPBU Tambakaji, Kota Semarang, Minggu (6/10/2024). (ISTIMEWA)

BALIEXPRESS.ID – Jalur tengkorak di Pantura Barat Kota Semarang kembali menelan korban jiwa. Kecelakaan maut terjadi di Jalan Walisongo, tepatnya di seberang SPBU Tambakaji pada Minggu pagi (6/10/2024) sekitar pukul 09.30, yang merenggut nyawa dua orang sekaligus.

Korban adalah pasangan suami istri (Pasutri) asal Demangan, Krajan Kulon, Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Abrori (65), pengendara motor, meninggal di tempat kejadian setelah terlibat kecelakaan dengan truk tronton.

Sementara istrinya, Zahroh (50), sempat terlihat masih hidup namun akhirnya meninggal dunia saat dilarikan ke RSUP dr. Kariadi Semarang.

“Kedua korban adalah pengendara motor yang berboncengan,” ungkap Ipda Tri Handoko, Kasubnit II Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, saat memberikan keterangan pada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (6/10/2024).

Kronologi Kecelakaan Maut

Kecelakaan bermula saat Abrori yang mengendarai motor dengan membonceng istrinya melaju dari arah Kaliwungu menuju Semarang, atau dari barat ke timur.

Sesampainya di lokasi kejadian, mereka terlibat kecelakaan dengan truk tronton yang melaju searah di belakang mereka.

Informasi awal di lapangan menyebutkan bahwa ada truk yang parkir di badan jalan, sehingga Abrori harus berpindah lajur secara mendadak.

Namun, di belakangnya terdapat truk tronton yang akhirnya menabrak motor tersebut.

“Diduga karena ada truk yang parkir di badan jalan, korban terpaksa pindah lajur. Di saat bersamaan, truk tronton di belakangnya tidak bisa menghindar, sehingga terjadilah kecelakaan fatal ini,” terang Handoko.

Korban Terseret Belasan Meter

Tragisnya, motor yang dikendarai Abrori terseret belasan meter setelah tertabrak truk tronton.

Motor korban bahkan terlihat tersangkut di roda depan sebelah kiri truk tersebut.

Abrori tergeletak di tengah jalan dengan kondisi kepala bersimbah darah, sementara Zahroh terduduk di dekat suaminya sebelum akhirnya meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit.

Petugas dari Polantas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa truk dan motor yang terlibat dalam kecelakaan.

Pengemudi truk juga telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Penyelidikan Lebih Lanjut

Saat ini, penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan.

Sejumlah saksi di lokasi kejadian juga telah dimintai keterangan guna memperjelas kronologi kecelakaan yang kembali mencatatkan jalur ini sebagai jalur tengkorak yang berbahaya di Semarang.

“Kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini, termasuk keterangan dari pengemudi truk dan saksi-saksi di lokasi,” tambah Handoko.

Jalur Pantura Barat Kota Semarang, terutama di area sekitar Jalan Walisongo, memang dikenal rawan kecelakaan.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi jalan, terutama saat melintasi jalur yang padat kendaraan besar seperti truk. *** 

Editor : I Putu Suyatra
#kecelakaan #semarang #truk #pantura #pasutri