Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Cinta Berujung Kejahatan: Remaja Putri SMP Disiram Air Keras oleh Pria Dewasa Gara-gara Cintanya Ditolak

I Putu Suyatra • Jumat, 18 Oktober 2024 | 00:16 WIB

Charles tega menyiram air keras ke wajah siswi SMP di Lembata gara-gara cintanya ditolak. (IST)
Charles tega menyiram air keras ke wajah siswi SMP di Lembata gara-gara cintanya ditolak. (IST)

BALIEXPRESS.ID - Kisah tragis terjadi di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), ketika Charles Arif (49) menyiram air keras ke wajah MW, seorang siswi SMP N 1 Nubatukan berusia 13 tahun.

Peristiwa ini dipicu oleh penolakan cinta yang dialami Charles, meski selisih usia keduanya mencapai 36 tahun.

Tindakan Brutal yang Mengejutkan

Menurut informasi dari warga setempat, Charles telah lama menyimpan perasaan terhadap gadis yang seharusnya lebih pantas menjadi keponakannya.

Dalam aksi brutalnya, ia diam-diam membawa air keras jenis soda api dan menyiramkannya ke wajah MW.

“Pelaku mengenakan masker dan menutup wajahnya. Jadi, korban tidak menyangka bakal diserang,” ungkap Siba, seorang warga Lewoleba.

Akibat serangan tersebut, MW mengalami kerusakan parah pada kedua matanya, yang mengakibatkan kehilangan penglihatan.

Selain itu, bagian wajahnya juga mengalami luka yang serius, dan saat ini ia masih dirawat di rumah sakit.

Alasan di Balik Tindakan Keji

Ketika ditanya mengenai alasannya melakukan tindakan tersebut, Charles mengungkapkan,

“Saya sakit hati. Makanya, kalau rusak ya rusak satu kali. Saya hancur dia juga hancur,” diungkapkan saat diperiksa di kantor polisi.

Pernyataan ini menunjukkan betapa dalam rasa sakit hatinya terhadap penolakan yang dialaminya.

Tanggapan Warga dan Seruan Keadilan

Warga Lembata mengekspresikan kemarahan mereka atas aksi kejam Charles. Mereka menyerukan agar aparat penegak hukum memberikan hukuman yang setimpal bagi pelaku.

“Kalau cuma 12 tahun, itu terlalu ringan. Kasihan adik kita yang jadi buta seumur hidup,” kata Teresia, seorang warga setempat.

Kasus ini menggugah perhatian masyarakat luas, menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan.

Aksi brutal seperti ini tidak hanya mengubah hidup MW, tetapi juga menambah daftar panjang kasus kekerasan yang perlu ditangani dengan serius. *** 

Editor : I Putu Suyatra
#siswi #smp #cinta #ntt