BALIEXPRESS.ID - Sebuah video di media sosial kini jadi perbincangan hangat! Dalam video yang pertama kali diunggah oleh akun TikTok @moh_nasrulloh pada Minggu (27/10), terlihat suasana kelas 8 SMP yang jauh dari kata tertib.
Alih-alih mengikuti pelajaran, beberapa murid duduk dengan sikap kurang pantas, membuat netizen merasa prihatin dengan kondisi guru saat ini.
Unggahan ini telah ditonton lebih dari 422 ribu kali dan dibagikan ulang ke berbagai platform sosial media.
Dalam video, sang guru yang merekam suasana kelas menuliskan keterangan yang menohok.
"Mau negur takut dilaporkan polisi," tulisnya.
Pesan ini langsung mengundang simpati dan komentar dari ribuan netizen.
Situasi di Dalam Kelas 8 SMP yang Disorot Kamera
Video memperlihatkan ruangan kelas yang dihiasi dengan dekorasi bertuliskan angka 8 dan huruf H, mengindikasikan ini adalah kelas 8.
Sementara beberapa murid terlihat serius belajar, deretan belakang justru menampilkan siswa-siswa yang santai.
Ada yang tertidur dengan kaki terangkat di bangku, ada yang asyik mengobrol, bahkan seorang murid bermain dengan tali di wajahnya tanpa menghiraukan guru di depan.
Guru Kini Serba Salah: Tegur Murid Bisa Berujung Laporan Polisi
Fenomena ini pun membuat para guru serba salah, bahkan takut menegur murid yang tidak disiplin.
"Niat hati baik menegur yang salah, bisa-bisa malah masuk penjara," kata sang pengunggah, menyoroti semakin seringnya laporan wali murid yang membawa kasus guru ke ranah hukum.
Komentar Netizen: "Profesi Guru Kini Paling Berisiko"
Video tersebut juga telah diunggah kembali oleh akun Instagram @jakarta.keras, yang menuai ribuan komentar.
"Profesi paling berbahaya sekarang GURU," tulis @nof***.
Netizen lain ikut prihatin, "Share ke grup ortu aja, biar mereka yang menegur anaknya," saran @kha***.
Bahkan ada komentar yang mengaitkan profesi guru dengan risiko yang serupa dengan profesi lain, “Guru dan kurir sabu sama-sama berisiko dilaporkan ke polisi, bedanya cuma di gaji,” tulis @kom***.
Berbagai komentar pedas dari netizen menunjukkan betapa sulitnya tantangan yang kini dihadapi oleh para guru di sekolah. ***
Editor : I Putu Suyatra