Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pertama Kali Dalam Sejarah Hindu, PHDI Gelar Upacara Parisudha Agung Paripurna di Candi Prambanan: Momen Langka Penuh Makna

Nyoman Suarna • Rabu, 13 November 2024 | 21:52 WIB
PHDI: Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya saat pelaksanaan upacara Parisudha Agung Paripurna Candi Prambanan.
PHDI: Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya saat pelaksanaan upacara Parisudha Agung Paripurna Candi Prambanan.

BALIEXPRESS.ID - Untuk pertama kalinya, PHDI Pusat mengadakan Upacara Parisudha Agung Paripurna di Candi Prambanan tahun ini.

Upacara tersebut mengikuti amanat Pesamuhan Agung Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) 2023 di Denpasar.

Parisudha Agung Paripurna merupakan upacara suci Pujawali atau Piodalan di Candi Prambanan yang waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan perhitungan sasih.

Dalam menetapkan waktu upacara ini, PHDI Pusat melakukan kajian mendalam, termasuk diskusi kelompok terarah (FGD) yang diadakan pada Oktober 2023 di Universitas Hindu Negeri IGB Sugriwa.

FGD tersebut menghadirkan pakar arkeologi Universitas Indonesia Prof. Arismunandar dan pakar wariga Universitas Hindu Negeri IBG Sugriwa, Dr. Gede Sutarya.

Dari hasil kajian, ditemukan bahwa upacara Abhiseka pertama kali diadakan pada 12 November 856 M pada hari Ekadasi Suklapaksa Margasira.

Sejak 2019, upacara ini telah menjadi tradisi tahunan, dan tahun ini adalah Abhiseka ke-6.

Berbeda dari Abhiseka yang mengikuti kalender Masehi, PHDI memilih menggunakan penanggalan Sasih sesuai mandat Pesamuhan Agung.

Menariknya, pada 2024 ini, Ekadasi Suklapaksa Margasira jatuh tepat pada 12 November, bertepatan dengan pelaksanaan Abhiseka.

Upacara gabungan Abhiseka dan Parisudha Agung Paripurna ini berjalan lancar, dihadiri tujuh pendeta, termasuk Ida Rsi Agung Putra Nata Siliwangi Manuaba dan Romo Wiku Satya Dharma Telabah.

Juga hadir beberapa tokoh, di antaranya Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum PHDI Pusat Gede Narayana, serta sejumlah pejabat dan ketua panitia perayaan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PH PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, menegaskan bahwa Candi Prambanan adalah simbol toleransi yang mencerminkan kontribusi besar peradaban Hindu bagi Nusantara.

Ia juga mengingatkan pentingnya nilai Panca Satya untuk membangun kerukunan dan persatuan umat.

Momen istimewa ini membawa pesan kuat tentang persatuan dan keharmonisan, terutama karena kedua upacara penting ini jatuh bersamaan.

Hal ini merupakan sebuah fenomena langka yang hanya terjadi puluhan tahun sekali.

“Semoga ini menjadi pertanda baik bagi umat Hindu untuk semakin kokoh dalam persatuan,” ujar Wisnu Bawa, seraya berharap bahwa Candi Prambanan tetap menjadi lambang warisan luhur bagi umat Hindu di Indonesia dan dunia. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#upacara #Parisudha Agung Paripurna #candi prambanan #hindu #sejarah #phdi