Kronologi Lengkap dan 6 Fakta Tragedi Mengerikan Suami Diduga Tega Habisi Nyawa Istri dan Balita dengan Cara Sadis
I Putu Suyatra• Sabtu, 30 November 2024 | 14:52 WIB
Kondisi rumah korban pembunuhan di di Jalan Raya Pasir Padi Perumahan Ayra, Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang.
BALIEXPRESS.ID - Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), diguncang tragedi memilukan. Seorang pria bernama Riki (RK) diduga tega mengakhiri hidup istri dan anak balitanya dengan cara yang sangat keji.
Kasus ini menyita perhatian publik setelah jasad keduanya ditemukan di rumah mereka pada Kamis (28/11) malam.
Istri Riki, Indawati (34), ditemukan tewas dengan lima luka tusukan di tubuhnya, sementara anak balita mereka yang berusia 1,8 tahun ditemukan meninggal akibat ditenggelamkan di bak kamar mandi.
Fakta Mengerikan di Balik Pembunuhan Ibu dan Balita
1. Korban Tak Bisa Dihubungi Sebelum Ditemukan
Sebelum tragedi terungkap, Indawati yang sehari-hari bekerja sebagai kurir elpiji, sempat dicari oleh pelanggan langganannya.
Ketika panggilan telepon tidak dijawab, pelanggan menghubungi adik korban, Sudiri.
2. Rumah Gelap dan Penemuan Mayat Berlumuran Darah
Setelah mendapat laporan, Sudiri mendatangi rumah kakaknya.
Namun, suasana rumah yang gelap dan pintu terkunci membuatnya memanjat masuk bersama tetangga.
Di dalam, mereka menemukan tubuh Indawati terbaring penuh darah dan sudah tak bernyawa.
Awalnya, Sudiri tidak mengetahui bahwa keponakannya juga menjadi korban.
3. Konflik Rumah Tangga yang Memanas
Menurut keluarga, hubungan Indawati dan Riki kerap diwarnai pertengkaran.
Bahkan, pernikahan mereka sejak dua tahun lalu tidak direstui keluarga.
Paman korban, Edi, menyebut Riki sering meminta uang, dan jika tidak diberi, ia mengamuk atau membawa kabur barang-barang milik korban.
4. Tiga Motor Hilang Bersamaan dengan Pelaku
Selain menghilangnya Riki, tiga motor milik korban—Mio Sporty, Yamaha Aerox, dan Honda Beat—juga raib.
Diduga, kendaraan-kendaraan itu dibawa pelaku.
5. Hasil Otopsi: Luka Tusukan dan Bekas Cekikan
Indawati mengalami lima luka tusukan di kepala, pipi, dada, dan perut, serta memar di kepala yang menyebabkan pendarahan otak.
Sedangkan pada tubuh balita F ditemukan bekas cekikan, meski diketahui penyebab kematiannya adalah ditenggelamkan di air.
6. Polisi Lakukan Pengejaran
Riki hingga kini masih menjadi buronan. Kepolisian terus melakukan penyelidikan dan berkomitmen menangkap pelaku yang diduga telah melarikan diri usai melakukan tindakan keji tersebut.
Kesedihan Mendalam untuk Korban
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Polisi pun menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat keberadaan Riki. Semoga keadilan segera ditegakkan untuk para korban. ***