BALIEXPRESS.ID - Peristiwa pembunuhan tragis satu keluarga di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, menyisakan cerita pilu sekaligus membingungkan.
Pelaku, Yusa Cahyo Utomo (35), adik kandung salah satu korban, tega menghabisi nyawa tiga orang sekaligus.
Namun, di balik kekejamannya, ia mengaku merasa iba sehingga membiarkan korban keempat tetap hidup meski dalam kondisi kritis.
Korban yang selamat adalah Samuel Putra Yordaniel, anak bungsu dari pasangan Agus Komarudin (38) dan Kristina (34).
Kepada polisi, Yusa mengaku tidak tega menghabisi nyawa keponakan kecilnya itu.
“Tersangka meninggalkan Samuel dalam kondisi bernapas karena merasa kasihan,” jelas AKP Fauzy Pratama.
Kisah Tragis di Tengah Kekejaman
Menurut keterangan Yusa, Samuel masih sadar dan berusaha merangkak ke arah kasur meski tubuhnya bercucuran darah setelah dipukul.
Saat itulah, pelaku menutupi tubuh Samuel yang terluka dengan baju, lalu meninggalkannya hidup-hidup.
Pelaku juga menutupi tubuh ketiga korban lain yang sudah meninggal dengan baju.
“Tersangka memastikan tiga orang lainnya, yakni Agus, Kristina, dan Christian Agusta Wiratmaja Putra (13), meninggal sebelum meninggalkan tempat kejadian,” tambah Fauzy.
Samuel berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke RS Bhayangkara, Kediri.
Menurut Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto, operasi untuk mengeluarkan gumpalan darah di kepala Samuel berlangsung sukses. “Alhamdulillah, kondisinya semakin membaik,” ujarnya.
Motif dan Penyesalan Pelaku
Pelaku mengaku nekat melakukan tindakan brutal ini karena sakit hati setelah permintaan pinjaman uang sebesar Rp 13 juta ditolak oleh Kristina. Sebelumnya, Yusa diketahui sudah memiliki utang Rp 2 juta yang belum dilunasi.
“Permintaan pinjaman yang besar itu membuat Kristina menolak, apalagi Yusa sering meminjam uang tanpa mengembalikannya,” ujar Sunardi, sepupu Kristina.
Yusa, seorang residivis kasus penjambretan, hadir dengan wajah menunduk dalam konferensi pers yang digelar kepolisian.
“Iya, saya menyesal,” ucapnya lirih saat ditanya oleh wartawan.
Kehidupan Bermasalah Pelaku
Riwayat Yusa penuh dengan konflik. Selain pernah terlibat kriminalitas, ia juga memiliki hubungan keluarga yang tidak harmonis.
Pernikahannya kandas, dan ia kerap berpindah-pindah pekerjaan karena tidak mampu bertahan lama.
Kebiasaan meminjam uang tanpa mengembalikan menjadi pemicu ketegangan dalam keluarga.
Sunardi juga membantah tuduhan Yusa tentang Kristina yang disebut mengusir ayahnya.
“Kristina hanya tidak setuju ayahnya menikah lagi. Tapi, bapaknya sendiri yang memilih pergi dari rumah karena merasa tidak nyaman,” jelasnya.
Pesan dari Tragedi Ini
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan keluarga dan mengelola emosi.
Tangis duka mendalam mewarnai pemakaman tiga korban dalam satu liang lahat di Makam Desa Pandantoyo.
Tragedi ini tak hanya mengguncang warga Kediri, tetapi juga menjadi pelajaran pahit bagi masyarakat luas.