BALIEXPRESS.ID - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan tersangka berinisial IWAS alias Agus Buntung, di NTB mengungkap modus yang tak biasa.
Pelaku diketahui kerap memulai percakapan dengan korban melalui pertanyaan yang menggugah rasa iba, seperti "Berhak nggak saya hidup?"
Dalam sebuah wawancara eksklusif yang diunggah di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Rabu (11/12), salah satu korban mengisahkan bagaimana ia pertama kali bertemu Agus hingga akhirnya berhasil melarikan diri.
Pertemuan Awal yang Menggugah Iba
Korban menceritakan saat dirinya sedang duduk sendirian, Agus menghampirinya dengan sikap yang membuat hati iba.
“Agus datang terus bilang begini: Saya bukan pengemis. Saya cuma mau tanya, berhak nggak saya hidup?” ungkap korban.
Merasa iba, korban menjawab bahwa Agus berhak untuk hidup. Namun, jawaban tersebut malah memancing Agus melanjutkan curhatannya.
“Dia bilang, tapi banyak yang judge saya. Terus dia bilang kalau saya itu buntung, banyak yang mengolok-olok saya,” ujar korban menirukan perkataan Agus.
Modus Manipulasi: Klaim Viral di Media Sosial
Percakapan berlanjut, Agus mencoba meyakinkan korban dengan mengaku sebagai sosok yang viral di media sosial.
Ia bahkan meminta korban mencari namanya di YouTube dan Instagram untuk membuktikan popularitasnya.
“Saya cari Agus, ada videonya yang lagi main gamelan pakai kaki. Terus dia juga suruh cari di Instagram, dan saya memang menemukan akunnya,” tutur korban.
Korban mengaku ada dua alasan ia tetap berbincang panjang dengan Agus meskipun baru bertemu.
Pertama, Agus sempat mengatakan bahwa semua ini hanyalah prank. Kedua, rasa iba yang mendalam kepada sosok Agus yang tampak rapuh.
Momen Menegangkan di Taman Udayana
Di Taman Udayana, korban tak menyadari niat buruk Agus.
Pelaku bahkan sempat mengucapkan terima kasih kepada korban.
“Dia bilang, terima kasih sudah membuat saya bertahan hidup. Katanya saya orang baik,” jelas korban.
Agus bahkan menawarkan untuk membelikan korban air minum, namun korban menolak karena merasa tidak nyaman menerima bantuan dari orang asing.
Hati-Hati dengan Modus Rasa Iba
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap taktik manipulatif yang memanfaatkan rasa iba.
Polisi kini terus mendalami kasus ini untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan pelecehan seksual tersebut.
Tetap waspada terhadap siapa pun yang mendekati dengan alasan yang tampak simpatik, terutama di tempat umum.
Jangan ragu melaporkan hal mencurigakan kepada pihak berwenang. ***
Editor : I Putu Suyatra