BALIEXPRESS.ID - Gresik diguncang dua kecelakaan lalu lintas tragis yang merenggut nyawa seorang ibu rumah tangga dan seorang balita dalam waktu hampir bersamaan.
Peristiwa memilukan ini terjadi di lokasi berbeda pada Rabu (11/12), melibatkan truk besar sebagai penyebab utama.
Tragedi Pertama: Ibu Rumah Tangga Tewas Terlindas Truk di Cerme
Insiden pertama menimpa Liana Ningsih (46), seorang ibu rumah tangga, di Jalan Raya Desa Semampir, Kecamatan Cerme.
Liana yang saat itu dibonceng oleh suaminya, Mukromin, mencoba mendahului sebuah truk Hino.
Namun naas, sepeda motor mereka kehilangan kendali dan terjatuh tepat di jalur roda belakang truk.
"Liana mengalami luka parah di bagian pinggul akibat terlindas roda truk dan akhirnya meninggal dunia di RS Ibnu Sina Gresik," ungkap petugas di lokasi kejadian.
Kecelakaan Kedua: Balita Tewas Akibat Benturan Keras di Kebomas
Tragedi kedua terjadi di Jalan Raya Veteran, Kelurahan Singosari, Kecamatan Kebomas.
Seorang balita bernama Muhammad Arroyyan Vishaka Alfandi (4) menjadi korban kecelakaan setelah sepeda motor yang ditumpanginya ditabrak truk tronton saat berhenti di pinggir jalan.
Benturan keras membuat balita malang tersebut mengalami luka parah di kepala dan meninggal dunia di tempat kejadian.
Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat.
Polisi Imbau Pengendara untuk Lebih Waspada
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, Ipda Aswoko, menyatakan bahwa kecelakaan seperti ini seringkali terjadi akibat kelalaian pengendara, baik dari pihak pengendara truk maupun sepeda motor.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, mematuhi peraturan lalu lintas, dan selalu memperhatikan kondisi jalan agar tragedi seperti ini tidak terulang lagi," tegasnya.
Hati-Hati di Jalan Raya, Ancaman Kecelakaan Tak Pernah Hilang
Dua kejadian tragis ini menjadi peringatan keras bagi semua pengendara, khususnya yang beraktivitas di jalan-jalan besar.
Mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga kewaspadaan adalah langkah kecil yang dapat menyelamatkan nyawa. ***
Editor : I Putu Suyatra