BALIEXPRESS.ID - Kecelakaan tragis terjadi di Kilometer 77+200 Tol Pandaan-Malang pada Minggu, 23 Desember 2024, sekitar pukul 15.40 WIB.
Sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan pelajar SMP IT Darul Qur'an Mulia Putri dari Kabupaten Bogor menabrak truk wing box bermuatan pakan ternak.
Kejadian ini menelan empat korban jiwa, sementara 43 lainnya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke empat rumah sakit terdekat.
Kronologi Kecelakaan: Truk Mundur ke Lajur Utama dan Bus Menabrak
Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, yang langsung turun ke lokasi kejadian menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat truk pengangkut pakan ternak tidak kuat menanjak dan berhenti di bahu jalan.
Sopir truk kemudian turun untuk mengganjal ban belakang menggunakan batu.
Namun, batu yang digunakan tidak cukup kuat, menyebabkan truk mundur dan akhirnya meluncur ke lajur utama jalan tol.
Pada saat bersamaan, sebuah bus wisata, Tirto Agung, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah belakang.
Meskipun sopir bus berusaha menghindari tabrakan dengan membanting setir ke arah kiri, jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan.
Bus menabrak bagian belakang truk dan terpental, menghantam pembatas jalan (guardrail) dengan keras.
Kondisi Bus dan Korban: Rusak Parah dan Penumpang Terjepit
Akibat benturan keras, bagian depan bus rusak parah, bahkan bodi bus tampak mleyot hingga bagian tengah.
Sopir bus yang terjepit langsung dievakuasi, namun sayangnya, dia ditemukan dalam keadaan meninggal.
Sebagian besar kaca bus pecah, dan para penumpang yang selamat terpaksa duduk di badan jalan sambil menunggu ambulans.
Beberapa penumpang lainnya yang terjepit masih menunggu evakuasi tim medis.
Di sekitar lokasi kecelakaan, tampak pakan ternak yang berserakan, dengan karung-karung berisi pakan menutup sebagian badan jalan.
Truk pengangkut ternak juga mengalami kerusakan parah, dengan boksnya terbuka dan rusak.
Identifikasi Korban dan Penyelidikan Lanjutan
Kapolres menyampaikan bahwa bus tersebut mengangkut 47 orang, terdiri dari 40 pelajar, sopir, kernet, dan pendamping.
Keempat korban tewas, termasuk sopir bus, sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, sedangkan para korban luka-luka dibawa ke empat rumah sakit berbeda.
Identifikasi korban meninggal masih berlangsung, karena hingga saat ini belum ada kartu identitas yang ditemukan pada tubuh mereka.
Dugaan Penyebab Kecelakaan: Muatan Berlebih atau Kecepatan Tinggi?
Polisi kini sedang menyelidiki berbagai kemungkinan penyebab kecelakaan, termasuk apakah muatan truk berlebihan, apakah ada masalah dengan perangkat pengereman truk, atau apakah bus melaju dengan kecepatan melebihi batas.
Sementara itu, puluhan ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.
Korban Terluka Dilarikan ke Rumah Sakit
Jumlah korban luka-luka yang dirawat di rumah sakit tercatat sebanyak 43 orang. Rinciannya: 15 korban di RSUD Lawang, 21 korban di RS Lawang Medika, 3 korban di RS Prima Husada Malang, dan 6 korban di RS Prima Husada Sukorejo.
Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini. ***
Editor : I Putu Suyatra