BALIEXPRESS.ID – Jalan Tol Cipularang kembali menjadi saksi bisu atas sebuah tragedi kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa dan melukai puluhan orang.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis, 26 Desember 2024 dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, melibatkan sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan jamaah ziarah.
Berdasarkan keterangan Kasatlantas Polres Purwakarta, AKP Dadang Supriadi, kecelakaan bermula saat bus pariwisata PO Qonita melaju dari arah Bandung menuju Jakarta.
Sesampainya di kilometer 80, bus tersebut menabrak bagian belakang sebuah truk yang sedang melaju di lajur kiri.
Benturan keras mengakibatkan kerusakan parah pada bagian depan bus dan menyebabkan sejumlah penumpang terluka parah.
"Dua orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian," ungkap Dadang.
"Selain itu, ada 12 korban luka berat yang mayoritas mengalami patah tulang akibat benturan keras, dan 50 lainnya mengalami luka ringan."
Lebih lanjut, Dadang mengungkapkan bahwa seluruh korban merupakan rombongan jamaah yang baru saja selesai melaksanakan ziarah di daerah Ciamis dan Tasikmalaya, Jawa Barat.
Mereka hendak pulang ke Tangerang, Banten, namun nahas, perjalanan mereka harus berakhir tragis.
"Mereka ini rombongan ziarah dari Tangerang. Baru selesai ziarah di Ciamis dan Tasikmalaya, mau pulang," jelasnya.
Sementara itu, sopir bus saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit dan belum dapat dimintai keterangan.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Tragedi di kilometer 80 bukanlah satu-satunya kecelakaan yang terjadi di Tol Cipularang pada dini hari itu.
Sekitar pukul 02.50 WIB, terjadi kecelakaan lain di kilometer 92 yang melibatkan sebuah bus angkutan dan kendaraan lain yang belum teridentifikasi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kecelakaan ini turut menambah daftar panjang insiden lalu lintas di ruas tol yang kerap disebut sebagai "jalur tengkorak" ini. (*)
Editor : Nyoman Suarna