BALIEXPRESS.ID - Empat pemuda asal Desa Seduri, Kecamatan Balongbendo, menjadi sorotan setelah aksi mereka mencuri ikan lele di kolam warga Desa Wonokupang, Balongbendo, viral di media sosial.
Menariknya, kasus ini berakhir dengan cara damai, di mana ganti rugi yang diberikan justru disumbangkan ke masjid.
Para pemuda yang masing-masing berinisial AD, MA, FA, dan AT, berusia sekitar 20 tahun, kepergok mencuri puluhan ikan lele pada Rabu (25/12) sekitar pukul 14.39.
Dalam rekaman yang beredar, mereka terlihat menggunakan alat panen seperti layaknya pemilik kolam.
Kapolsek Balongbendo, AKP Sugeng Sulistiyono, mengonfirmasi bahwa kasus ini telah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Bhabinkamtibmas Desa Seduri memediasi penyelesaian kasus ini. Masing-masing terduga pelaku sepakat mengganti rugi senilai Rp 1 juta, sehingga total Rp 4 juta," ujar Sugeng saat dikonfirmasi, Jumat (27/12).
Yang unik, uang ganti rugi tersebut tidak digunakan oleh pemilik kolam untuk kepentingan pribadi.
Sebaliknya, pemilik ikan memilih menyumbangkan uang tersebut ke dua masjid, yaitu Masjid Wonokupang dan Masjid Seduri.
Masing-masing masjid menerima donasi sebesar Rp 2 juta.
Mediasi ini dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Desa Seduri, Bripka Sumari, yang memastikan jalannya penyelesaian berlangsung lancar.
Semua pihak yang terlibat, termasuk korban dan keempat pemuda, menandatangani surat pernyataan bermaterai sebagai bukti perdamaian.
Kasus ini menjadi pembelajaran bagi para pelaku sekaligus inspirasi bagi masyarakat tentang penyelesaian konflik dengan cara kekeluargaan. "Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi," pungkas Sugeng.
Sementara itu, video aksi pencurian lele tersebut terus menjadi pembicaraan di media sosial.
Banyak warganet yang memuji keputusan korban menyumbangkan ganti rugi untuk kepentingan sosial. (*)
Editor : Nyoman Suarna