Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

MIRIS! Seorang Petani Tenggelam di Waduk, Detik-detik Kematiannya Disaksikan Istri: Begini Kronologinya

Nyoman Suarna • Rabu, 8 Januari 2025 | 01:58 WIB
LOKASI: Polisi mendatangi lokasi petani jatuh ke Waduk Pondok di Desa Dampit, Bringin, Ngawi, Senin 6 Januari 2025.
LOKASI: Polisi mendatangi lokasi petani jatuh ke Waduk Pondok di Desa Dampit, Bringin, Ngawi, Senin 6 Januari 2025.

BALIEXPRESS. ID - Kehilangan yang mendalam dirasakan oleh Murti, seorang perempuan berusia 52 tahun, yang harus menyaksikan suaminya, Talam (63), mengalami kecelakaan tragis di Waduk Pondok Ngawi pada Senin, 6 Januari 2025.

Kejadian memilukan itu terjadi saat pasangan suami-istri ini sedang mencari rumput untuk ternak mereka, namun berakhir dengan tragedi yang tak terbayangkan.

Talam, seorang petani yang sehari-hari mencari rumput, tiba-tiba jatuh dari rakit yang mereka gunakan untuk menyeberangi Waduk Pondok sekitar pukul 10.30 WIB.

Rakit yang terbuat dari rangkaian drum bekas itu, yang biasa digunakan Talam dan istrinya untuk menyeberang, tak mampu menyelamatkan suaminya saat ia terjatuh.

Menurut saksi mata, Waidi, yang berada di lokasi kejadian, Talam terjatuh mendadak saat rakit yang mereka tumpangi mulai bersandar di tepi waduk.

“Saya langsung menolong dan membawanya ke atas, tapi sayangnya sudah tidak bernyawa,” ujar Waidi dengan suara berat, mengenang kejadian tersebut.

Murti, yang dengan cemas menyaksikan suaminya terjatuh, berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan Talam.

Namun, nasib berkata lain, Talam menghembuskan napas terakhirnya di tangan istrinya.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Kapolsek Bringin, AKP Suyitno, mengungkapkan bahwa Talam memiliki riwayat penyakit jantung.

Diduga, penyakit tersebut kambuh saat ia berada di atas rakit, yang akhirnya menyebabkan ia terjatuh ke dalam waduk. “Korban punya riwayat penyakit jantung,” kata AKP Suyitno.

Jasad Talam akhirnya dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Meski perasaan sedih menggerus hati, pihak keluarga akhirnya menerima kepergian Talam sebagai takdir yang tak bisa dihindari.

Jenazah Talam diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan adat.

“Kami menerima takdir ini dengan ikhlas,” ujar keluarga korban.

Kepergian Talam meninggalkan duka yang mendalam bagi Murti, yang kini harus melanjutkan hidupnya tanpa suami di sisinya.

Semoga kisah tragis ini menjadi pengingat untuk kita semua untuk selalu menghargai waktu yang kita miliki bersama orang-orang yang kita cintai. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#petani #waduk #istri