BALIEXPRESS.ID – Sebuah video pendek yang diunggah ke media sosial memicu kemarahan netizen. Rekaman yang menampilkan aksi tiga petugas ekspedisi melempar-lemparkan paket ke dalam truk viral di jagat maya.
Insiden tersebut diduga terjadi di kawasan Rawasari, Salemba, Jakarta Pusat, dan membuat publik khawatir tentang kondisi barang yang dikirimkan melalui layanan ekspedisi tersebut.
Santai Lempar Paket, Netizen: “Pecat Saja!”
Video berdurasi singkat itu diunggah oleh akun @wkwkmedsos di Instagram pada Senin (6/1).
Dalam video tersebut, terlihat para petugas ekspedisi dengan santainya melempar tumpukan paket ke dalam truk tanpa sedikit pun menata atau memeriksa kondisi barang.
Keterangan video yang berbunyi, "ancur paketan muatin nya begitu", semakin memicu emosi netizen.
Tidak butuh waktu lama, kolom komentar video ini pun dibanjiri berbagai tanggapan negatif.
“Pantas kardus paket saya pada penyok semua, ini toh penyebabnya,” tulis akun @ajkbn, mengungkap kekecewaannya.
Tidak sedikit netizen yang menyayangkan sikap para petugas yang dianggap tidak profesional dan jauh dari standar operasional prosedur (SOP).
“Kalau memang tidak niat kerja, lebih baik resign saja! Masih banyak orang di luar sana yang butuh pekerjaan,” tulis akun @robii_* dengan nada geram.
Tuntutan Pemecatan dan Klarifikasi dari Perusahaan
Seruan untuk memecat petugas tersebut menggema di berbagai komentar. Netizen merasa tindakan seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.
“Pecat! Tidak sesuai SOP itu. Kalau di tempat kerja saya, sudah pasti langsung dipanggil dan dipecat,” ujar akun @aank_we*.
“Kalau kerjanya seperti ini, pecat saja!” tambah akun @rahmat.aka**.
Banyak juga yang menyoroti dampak dari perlakuan sembarangan ini terhadap barang-barang pelanggan, terutama barang elektronik yang rawan rusak.
“Kalau itu barang elektronik, laptop, atau kamera, bagaimana?” tanya akun @iman.jundul* yang turut merasa khawatir.
Kekhawatiran Barang Rusak Jadi Sorotan
Netizen pun mempertanyakan apakah tindakan ini sudah menjadi kebiasaan di perusahaan ekspedisi tersebut.
Seorang pengguna menyindir dengan nada skeptis, “Klarifikasi - minta maaf - selesai >>>>> Barang kita tetap hancur,” tulis akun @grabag.nye*, menyinggung pola penyelesaian kasus serupa.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari pihak perusahaan ekspedisi maupun petugas yang terlibat. ***
Editor : I Putu Suyatra