BALIEXPRESS.ID – Penemuan mayat mengejutkan terjadi di aliran sungai Dusun Randurejo, Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, pada Sabtu (11/1/2025).
Dua pemancing setempat, Fahri dan Fauzan, menemukan mayat setelah mencium bau menyengat saat sedang memancing di sungai tersebut.
Keduanya segera melaporkan penemuan itu kepada pihak berwenang.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Boyolali bersama relawan langsung dikerahkan untuk mengevakuasi jenazah ke lokasi kejadian.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Rima Kusuma Prasetyaningrum, membenarkan penemuan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa laporan diterima sekitar pukul 17.20 WIB, dan tim BPBD segera menuju lokasi dengan membawa peralatan untuk evakuasi jenazah.
"Setelah menerima laporan, TRC BPBD langsung menuju lokasi dengan perlengkapan evakuasi jenazah," jelas Rima pada Minggu (12/1/2025).
Peristiwa ini bermula saat Fahri dan Fauzan sedang memancing di aliran sungai Dusun Randurejo.
Mereka mencium bau yang sangat menyengat, yang membuat mereka penasaran.
Pencarian mereka mengarah pada penemuan mayat yang sudah dalam kondisi kaku.
Segera setelahnya, mereka melaporkan penemuan itu kepada orang tua mereka, yang kemudian meneruskan informasi kepada warga setempat, Polsek Mojosongo, dan BPBD Boyolali.
Belakangan diketahui bahwa identitas mayat tersebut adalah Jimo Daharko, 79, warga Dusun Ngadirejo RT 01 RW 07, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo, Boyolali.
Keluarga korban yang telah melaporkan kehilangan selama tiga hari datang ke lokasi untuk memastikan identitas mayat tersebut.
“Begitu kabar ini sampai kepada keluarga korban, anaknya langsung menuju lokasi kejadian untuk memastikan bahwa itu adalah ayahnya,” tambah Rima.
Evakuasi mayat dilakukan hingga petang oleh petugas BPBD Boyolali, relawan, dan Polsek Mojosongo.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Pandan Arang untuk dilakukan visum et repertum oleh tim Inafis Polres Boyolali. (*)
Editor : Nyoman Suarna