Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perampokan Brutal Super Tega: Seorang Tukang Cukur Disabilitas Dibantai Hingga Kritis, Harta Dirampas, Dokter Minta Keluarga Banyak Berdoa

I Putu Suyatra • Selasa, 21 Januari 2025 | 14:06 WIB
OLAH TKP: Polisi memasang police line di rumah korban disabilitas yang dirampok di Desa Branggah, Kecamatan Lumbang.
OLAH TKP: Polisi memasang police line di rumah korban disabilitas yang dirampok di Desa Branggah, Kecamatan Lumbang.

BALIEXPRESS.ID – Kejadian memilukan menimpa Tomo (55), seorang penyandang disabilitas tuli dan tunawicara asal Dusun Karanglo, Desa Branggah, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

Kawanan perampok tak hanya menguras hartanya, tetapi juga melukai Tomo hingga kritis. Korban kini berjuang melawan maut di RSUD dr. Mohamad Saleh.

Tragedi Tengah Malam yang Tak Disadari

Aksi sadis ini diduga terjadi pada Minggu (19/1) tengah malam, sekitar pukul 00.00.

Ironisnya, peristiwa tersebut baru terungkap pada Senin (20/1) pagi, pukul 06.30, saat keluarga menyadari kejanggalan.

Wahyudi, keponakan korban, mengatakan bahwa Tomo biasanya datang ke rumahnya setiap pagi untuk sarapan. Namun, pagi itu, Tomo tak kunjung muncul.

"Biasanya dia juga mematikan lampu rumah saudaranya yang sedang merantau, tapi pagi itu lampu tetap menyala. Kami langsung merasa curiga," ujar Wahyudi.

Penemuan Mengerikan di Kamar Korban

Kecurigaan keluarga terjawab saat mereka memeriksa rumah Tomo. Pintu rumah terkunci, namun jendela terlihat terbuka.

Ketika masuk, mereka dikejutkan oleh pemandangan mengerikan: Tomo ditemukan bersimbah darah di atas ranjang.

"Di kepala sebelah kirinya ada luka menganga akibat senjata tajam, pelipisnya terluka oleh benda tumpul, dan kedua matanya lebam. Kondisinya tidak sadarkan diri," jelas Wahyudi.

Selain luka serius yang dialaminya, tas yang biasa digunakan Tomo untuk menyimpan uang ditemukan kosong.

Namun, jumlah uang yang dirampok belum dapat dipastikan.

Korban Berjuang Antara Hidup dan Mati

Setelah ditemukan, Tomo sempat mendapat penanganan dari tenaga medis Puskesmas Lumbang sebelum dilarikan ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh.

"Kami masih menunggu hasil rontgen untuk tindakan lebih lanjut. Dokter meminta keluarga banyak berdoa karena kondisinya sudah sangat parah," tambah Wahyudi.

Tinggal Sendiri dan Menjadi Sasaran Keji

Tomo, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang cukur keliling, tinggal sendiri di rumahnya.

Meski tak memiliki istri dan anak, ia kerap mendapat perhatian dari saudara-saudaranya, termasuk Wahyudi yang rutin menyediakan makanan untuknya setiap hari.

Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#probolinggo #disabilitas #perampokan