BALIEXPRESS.ID – Tragedi longsor dan banjir bandang di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menyisakan luka mendalam.
Dari 21 korban meninggal dunia, salah satu yang paling menyayat hati adalah Abiyan, bayi berusia lima bulan.
Tim K-9 Polda Jateng menemukan jenazahnya dalam kondisi tertimbun material longsor, di bawah springbed yang tersangkut di pohon bambu.
Berdasarkan informasi yang diterima pada Kamis (23/1), tubuh mungil Abiyan ditemukan dalam keadaan terbungkus selendang.
Tidak jauh dari lokasi itu, aliran air deras menjadi saksi bisu peristiwa tragis tersebut.
Proses pencarian melibatkan Tim K-9 dan paman Abiyan, yang tak kuasa menahan tangis saat keponakannya ditemukan.
"Pamannya menangis histeris saat jenazah Abiyan ditemukan. Dengan hati pilu, jenazah langsung dibawa ke Posko Induk," ungkap Agus Yusuf, anggota Tim SAR Gabungan dari Bumi Santri Pekalongan.
Abiyan bukan satu-satunya korban dari keluarganya. Sang ibu turut menjadi korban meninggal dunia, sementara ayahnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Tim SAR Gabungan terus bekerja keras mencari lima korban lain yang diduga masih tertimbun material longsor.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, yang telah meninjau lokasi pada Rabu (21/1), menekankan pentingnya prioritas pada pencarian korban hilang.
"Upaya pencarian dan pertolongan ini harus menjadi prioritas utama. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," tegas Suharyanto dalam keterangannya pada Kamis (23/1).
Longsor dan banjir bandang ini tak hanya memakan korban jiwa, tetapi juga merusak infrastruktur.
Dua jembatan putus, menyebabkan akses menuju lokasi kejadian menjadi sangat sulit.
Upaya evakuasi dan pengiriman bantuan terkendala, tetapi Tim SAR tetap berupaya memberikan penanganan terbaik bagi korban yang berhasil dievakuasi.
Hingga kini, para relawan dan petugas gabungan berjuang di tengah material longsor yang berat, berharap menemukan korban yang masih hilang.
Tragedi ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang kerap melanda wilayah Indonesia.
Di tengah duka, harapan tetap menyala. Warga dan tim penanggulangan bencana terus bahu-membahu, memastikan proses pencarian berjalan maksimal dan kebutuhan para korban terdampak terpenuhi. (*)
Editor : Nyoman Suarna