BALIEXPRESS.ID – Apes benar nasib S, warga Karangjati, Blora. Niat hati ingin anaknya jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), ia malah kehilangan Rp 375 juta.
Yang bikin ngakak (atau miris), pelaku yang mengaku bisa meloloskan anaknya jadi PNS ternyata seorang tukang pijat langganan.
Kisah ini bermula pada 2022, ketika S ditawari oleh Sungkono, warga Kecamatan Kunduran yang dikenal sebagai tukang pijat andal.
Sungkono mengklaim memiliki "jalur dalam" yang bisa menjamin seseorang lolos jadi PNS.
Demi meyakinkan korban, ia bahkan membawa S ke Jakarta untuk bertemu seorang pria bernama Bambang alias Usnu, yang katanya "orang ring satu presiden."
S, yang semakin percaya dengan drama ini, rela memberikan uang muka sebesar Rp 50 juta.
Tak hanya itu, anaknya juga dikirim ke Jakarta untuk mengikuti tes PNS. “Anak saya tes beneran, jadi saya percaya saja,” ungkap S.
Namun, setiap selesai tes, selalu ada permintaan tambahan. Uang itu harus ditransfer ke rekening seseorang bernama Edy. Hingga akhirnya total uang yang terkuras mencapai Rp 375 juta.
Keanehan mulai terasa menjelang Lebaran 2024. S kembali diminta uang Rp 10 juta dengan alasan untuk pengurusan surat-surat di Semarang.
“Katanya anak saya mau penempatan, tapi malamnya mendadak dibatalkan. Mulai dari situ saya sadar ada yang nggak beres,” cerita S.
S akhirnya melapor ke Polres Blora pada Juli 2024. Meski sudah ada pemanggilan saksi-saksi pada September, hingga kini belum ada perkembangan berarti.
“Ya semoga polisi bisa segera menindaklanjuti laporan ini. Korbannya bukan cuma saya saja,” harap S, yang kini hanya bisa menunggu keadilan.
Kisah ini jadi pelajaran penting, terutama untuk mereka yang tergoda jalur pintas jadi PNS. Kalau penyalurnya tukang pijat, mending pikir-pikir dulu, deh. Siapa tahu yang dijanjikan bukan lolos CPNS, tapi malah “terpijat” rekeningnya! (*)
Editor : Nyoman Suarna