BALIEXPRESS.ID - Kasus pembunuhan disertai mutilasi wanita cantik yang menggemparkan Ngawi mulai menemukan titik terang. Pelaku, yang ternyata memiliki hubungan dekat dengan korban Uswatun Khasanah (29), berhasil ditangkap di Madiun pada Sabtu (25/1) tengah malam.
Penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan Ditreskrimum Polda Jatim dan Polres Ngawi, yang bergerak cepat menyusul ditemukannya potongan tubuh korban di berbagai lokasi.
Jejak Kelam: Dibunuh di Hotel, Potongan Tubuh Korban Ditemukan di Tiga Daerah
Uswatun Khasanah, janda berusia 29 tahun asal Blitar, ditemukan tewas mengenaskan dengan tubuh terpotong-potong.
Fakta mengejutkan mengungkap bahwa pembunuhan terjadi di sebuah hotel di Kediri, sementara potongan tubuhnya dibuang di tiga tempat berbeda:
- Bagian kepala ditemukan di Jurug Bang, Watulimo, Trenggalek, sebuah air terjun kecil yang terletak di tepi jalan utama.
- Bagian kaki ditemukan di pinggir hutan di jalan raya Ponorogo-Magetan, terbungkus kantong kresek hitam yang dilakban rapat.
- Bagian tubuh disimpan dalam koper merah yang ditemukan di Ngawi, lokasi yang menjadi awal terkuaknya kasus ini.
Potongan tubuh korban telah dibawa ke rumah sakit setempat untuk identifikasi lebih lanjut.
Kepala korban dievakuasi oleh Polres Tulungagung, sementara bagian kaki dikirim ke RSUD dr Harjono, Ponorogo.
Pelaku: Makelar Mobil Bodong dengan Hubungan Asmara Bermasalah
Pelaku, seorang pria berinisial RTH (33), adalah warga Tulungagung yang diketahui memiliki latar belakang sebagai makelar mobil bodong.
Lebih mengejutkan lagi, korban ternyata adalah istri siri pelaku.
Diduga, hubungan asmara mereka yang tidak harmonis menjadi pemicu utama dari tindakan keji ini.
Korban, yang tinggal bersama pelaku di Tulungagung, meninggalkan dua anak yang kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan ibu mereka secara tragis.
Kondisi Penangkapan Pelaku
Saat ditangkap, pelaku terlihat mengenakan kaos merah lengan panjang dan celana pendek hitam.
Tangannya terikat ke belakang, sementara betisnya terluka akibat tembakan polisi dan telah diperban.
Polisi memastikan bahwa pelaku adalah aktor utama dalam kasus ini. Namun, motif lengkap dan kemungkinan adanya pelaku lain masih dalam pendalaman lebih lanjut.
Unggahan Terakhir Korban di TikTok: Petunjuk Mengejutkan
Fakta baru yang mengejutkan muncul dari unggahan terakhir korban di TikTok pada 20 November 2024, bertepatan dengan Hari Anak.
Dalam unggahan itu, korban menyampaikan pesan emosional yang kini dianggap sebagai petunjuk penting dalam kasus ini.
Komitmen Polda Jatim: Keadilan untuk Korban dan Keluarga
Kombes Pol Farman, Dirreskrimum Polda Jatim, menyatakan bahwa keberhasilan penangkapan pelaku tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak.
"Kami akan mengungkap kasus ini secara profesional dan akuntabel. Keadilan untuk korban dan keluarganya menjadi prioritas kami," tegasnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan foto-foto vulgar korban demi menjaga penghormatan terhadap keluarga dan kelancaran proses penyelidikan.
Perkembangan Kasus: Masih Ada Misteri yang Belum Terungkap
Kasus mutilasi sadis ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Polisi tengah mendalami motif pelaku dan mencari kemungkinan keterlibatan pihak lain. ***
Editor : I Putu Suyatra