BALIEXPRESS.ID - Kasus pembunuhan dengan mutilasi mayat dalam koper yang ditemukan di Ngawi mengejutkan seluruh warga. Seorang wanita cantik bernama Uswatun Khasanah (UK), 29, menjadi korban pembunuhan sadis yang dilakukan oleh pelaku berinisial A.
Mayatnya ditemukan terpotong dan tersebar di tiga lokasi berbeda. Polisi berhasil menangkap pelaku dalam perjalanan menuju Kota Madiun pada Sabtu (25/1) malam.
Keluarga Korban Terkejut dan Ingin Bertemu Pelaku
Keluarga besar Uswatun Khasanah, yang tinggal di Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, masih diliputi rasa duka mendalam.
Hendi Suprapto, ayah tiri korban, menyatakan niat keluarganya untuk bertemu dengan pelaku.
"Kami ingin bertemu dan langsung bertanya, apa yang membuat pelaku melakukan perbuatan kejam ini," ungkapnya.
Menurut Hendi, Uswatun adalah sosok tulang punggung keluarga yang baik hati dan sering berkunjung ke rumah keluarga, meski tidak tinggal satu rumah.
“Dia anak baik, selalu mengunjungi keluarga, bermain dengan anak-anaknya. Setiap kali ada waktu senggang, dia datang,” tambahnya dengan penuh kesedihan.
Perjalanan Terakhir yang Misterius
Keluarga terakhir kali berkomunikasi dengan Uswatun pada Sabtu, 18 Januari. Namun, pada Selasa, 21 Januari, komunikasi terputus.
Meski berusaha menghubungi melalui WhatsApp, tidak ada balasan. Keheningan ini semakin mencurigakan ketika dua hari berlalu tanpa kabar.
Kronologi Penemuan Mayat dalam Koper
Kasus menggemparkan ini bermula dari penemuan mayat wanita dalam koper di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, pada Kamis, 23 Januari.
Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi mengerikan: tubuh wanita tanpa kepala, bagian kaki hilang, dan tubuhnya mulai membusuk.
Koper berwarna merah tersebut ditemukan oleh warga yang curiga dan langsung melapor ke polisi.
Polisi segera melakukan otopsi terhadap mayat yang ditemukan tersebut.
Hasil autopsi menunjukkan bahwa korban diduga tewas akibat tercekik atau kekurangan oksigen, serta kekerasan fisik sebelum meninggal.
Pencarian Tubuh yang Terpotong
Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, potongan tubuh lainnya ditemukan di beberapa lokasi berbeda.
Kepala korban ditemukan di tepi jembatan Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Trenggalek pada Minggu, 26 Januari, sementara potongan kaki ditemukan di Desa Sampung, Ponorogo, dibungkus plastik.
Pelaku Mutilasi Akhirnya Ditangkap
Pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap pelaku mutilasi pada Sabtu, 25 Januari sekitar pukul 24.00 WIB.
Pelaku yang diduga sempat bersembunyi, kini berada dalam tahanan kepolisian untuk menjalani proses hukum.
Keluarga korban berharap agar pelaku segera diadili dan dihukum sesuai dengan perbuatannya yang sangat kejam.
“Kami ingin pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya,” ungkap Hendi dengan tegas.
Pertanyaan yang Tersisa: Apa yang Mendorong Pelaku Melakukan Kekejaman Ini?
Dengan semakin terungkapnya detail kasus ini, banyak pertanyaan yang masih menggantung di udara.
Apa sebenarnya yang melatarbelakangi perbuatan brutal pelaku terhadap Uswatun Khasanah? Temukan terus perkembangan kasus ini dan fakta-fakta baru yang akan terungkap! ***
Editor : I Putu Suyatra