Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

FAKTA BARU! Tersangka Mutilasi Wanita Cantik Ini Ungkap Kata-kata Korban yang Membuatnya Sakit Hati yang Jadi Pemicu Aksinya

I Putu Suyatra • Rabu, 29 Januari 2025 | 02:49 WIB
Korban mutilasi "Koper Merah Ngawi
Korban mutilasi "Koper Merah Ngawi

BALIEXPRESS.ID - Kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi yang mengegerkan Ngawi, dengan korban ditemukan dalam koper merah, semakin terungkap dengan fakta-fakta baru yang mengejutkan.

Berdasarkan keterangan dari Kombes Pol M Farman, Dirreskrimum Polda Jawa Timur, pelaku Rahmat Tri Hartanto (29) alias Antok telah menyiapkan uang Rp 1 juta untuk diberikan kepada korban, Uswatun Khasanah (29), sebelum melancarkan aksi pembunuhan yang mengerikan ini.

Uang Rp 1 Juta yang Dibawa ke Hotel Kediri

Farman menjelaskan bahwa uang tersebut sudah direncanakan oleh pelaku saat dirinya dan korban bertemu di sebuah hotel di Kediri pada Minggu (19/1/2025).

Pertemuan itu diawali dengan percakapan melalui aplikasi WhatsApp, yang membahas soal pemberian uang tersebut.

"Pada tanggal 19 saat pertemuan di hotel, tersangka memang sudah menyiapkan uang Rp 1 juta untuk diberikan kepada korban, karena sebelumnya ada permintaan dari korban melalui chat," ujar Farman saat konferensi pers di Mapolda Jatim, Senin (27/1/2025).

Motif Cemburu dan Dendam yang Menggerakkan Pelaku

Namun, fakta mengejutkan terungkap bahwa motif utama pembunuhan ini dipicu oleh rasa cemburu dan dendam mendalam yang dirasakan pelaku.

Korban, menurut pengakuan pelaku, pernah melontarkan ucapan yang sangat menyakitkan.

"Korban pernah berkata, ‘Semoga anak perempuanmu nanti jadi PSK’. Ucapan ini membuat tersangka sangat sakit hati," jelas Farman.

Hubungan Penuh Kepalsuan dan Manipulasi

Meski sempat disebut-sebut sebagai pasangan suami istri siri, Farman menegaskan bahwa pelaku dan korban sebenarnya bukan pasangan yang sah.

Hal ini diungkapkan sebagai bagian dari cara pelaku untuk menutupi hubungan mereka yang penuh konflik, agar tidak dicurigai oleh lingkungan sekitar.

"Faktanya mereka bukan suami siri. Itu hanya cara pelaku untuk mengelabui orang-orang di lingkungan tempat tinggal korban," tambahnya.

Rahmat dan Uswatun diketahui telah saling mengenal selama tiga tahun dan hubungan mereka penuh dengan ketegangan, termasuk seringnya korban meminta uang kepada pelaku.

Pembunuhan dan Mutilasi: Aksi Keji yang Direncanakan dengan Teliti

Pembunuhan terjadi pada Senin (20/1/2025) dini hari, sehari setelah pertemuan mereka di Kediri.

Rahmat menghabisi nyawa Uswatun dengan cara yang sangat kejam, lalu melakukan mutilasi terhadap tubuh korban.

Proses mutilasi terjadi karena tubuh korban tidak muat dimasukkan secara utuh ke dalam koper merah yang sudah disiapkan pelaku.

"Awalnya, pelaku mencoba memasukkan tubuh korban ke dalam koper. Namun karena tidak cukup, pelaku akhirnya memutuskan untuk memutilasi. Bagian tubuh pertama yang dipotong adalah kepala," jelas Farman.

Proses Hukum Berlanjut, Pelaku Diancam Hukuman Berat

Kasus ini terus didalami oleh pihak kepolisian yang bekerja keras untuk mengungkap seluruh detail pembunuhan yang menggemparkan ini.

Kombes Pol M Farman memastikan bahwa pelaku akan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

Kasus ini tidak hanya menggambarkan sisi gelap hubungan pribadi, tetapi juga menjadi peringatan penting mengenai kesadaran masyarakat akan kesehatan mental dan cara mengatasi konflik dalam hubungan yang penuh tekanan. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#pembunuhan #ngawi #uswatun khasanah #mutilasi