Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

NGERI!!! Seorang Remaja 18 Tahun Penggal Leher Ayah Kandungnya hingga Tewas, Kepala dan Badannya Terpisah 50 Meter Dekat Rumahnya

I Putu Suyatra • Rabu, 29 Januari 2025 | 02:59 WIB

 

Warga mendatangi TKP pembunuhan anak terhadap ayah kandung di Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Senin (27/1/2025) ((Radar Jember))
Warga mendatangi TKP pembunuhan anak terhadap ayah kandung di Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Senin (27/1/2025) ((Radar Jember))

BALIEXPRESS.ID - Setelah kasus mutilasi mengerikan di Ngawi, Jawa Timur, kini muncul peristiwa serupa yang mengguncang Jember, Jawa Timur.

Pada Senin (27/1/2025), sebuah tragedi berdarah terjadi di Dusun Jadugan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, yang melibatkan seorang remaja yang tega memenggal kepala ayah kandungnya sendiri.

Keji: Remaja Bunuh Ayah Sendiri dengan Parang

Pelaku yang diketahui berinisial AR (18) ini nekat menghabisi nyawa Zaini Arifin (60), sang ayah, dengan cara yang sangat brutal.

Kejadian ini mengejutkan warga setempat, yang sebelumnya telah sering menyaksikan pertikaian antara keduanya.

AR dilaporkan kerap bertikai dengan ayahnya, dan sering kali melibatkan warga dalam upaya melerai perkelahian mereka.

Namun, pada hari itu, keadaan menjadi semakin mencekam.

Warga yang mendatangi lokasi untuk menolong keluarga, tiba-tiba dihadapkan dengan pemandangan mengerikan.

Tubuh Zaini ditemukan tergeletak tanpa kepala sekitar 50 meter dari rumahnya, sementara kepala sang korban terpisah jauh, dengan jarak yang sama.

Darah Tak Tertahan: Amukan AR yang Terus Berlanjut

Tak cukup dengan aksi brutal terhadap ayahnya, AR melanjutkan amukannya dengan menyerang warga yang mencoba menenangkannya.

Seorang warga mengalami luka sabetan parang dalam usaha untuk meredakan kekacauan yang terjadi.

Puncaknya, pelaku mencoba mengakhiri hidupnya dengan menggunakan parang yang sama. Ia menggorok lehernya sendiri, berusaha bunuh diri.

Namun, warga yang cepat tanggap segera menghentikan aksi tersebut dan berhasil menangkap AR.

Tak lama setelah itu, bantuan polisi dari Polsek Puger datang untuk membawa AR yang terluka ke RSD Balung untuk perawatan medis.

Polisi Dalami Motif di Balik Pembunuhan Sadis

Kapolsek Puger, AKP Fatchur Rahman, menjelaskan bahwa pihak kepolisian belum bisa menggali lebih dalam tentang motif pembunuhan ini.

Pelaku masih menjalani operasi medis, karena luka gorok yang hampir mengenai saluran pernafasan.

Meski begitu, polisi sudah mengumpulkan beberapa barang bukti, termasuk parang yang digunakan untuk membunuh Zaini, serta pakaian pelaku dan korban yang ada di lokasi kejadian.

"Kami masih terus mendalami lebih lanjut apa yang sebenarnya terjadi antara pelaku dan korban. Kami juga telah memeriksa lima orang saksi, tiga di antaranya merupakan saksi kunci dalam kasus ini," ungkap Fatchur. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#pembunuhan #remaja #jember #Ayah kandung