BALIEXPRESS.ID – Kasus pembunuhan sadis di Kecamatan Puger, Jember, semakin mengundang perhatian.
AR (19), remaja yang tega memenggal kepala ayah kandungnya sendiri, kini menunjukkan perilaku tak terduga.
Dalam pemeriksaan polisi, ia tiba-tiba mengumandangkan adzan dan iqomah setiap kali diajak bicara.
Sikap aneh AR semakin menambah teka-teki di balik tragedi berdarah tersebut.
Bahkan, ia sempat mengaku bahwa hidupnya selalu dipantau oleh hacker.
Saat ditanya tentang malam kejadian, raut wajahnya berubah drastic. Matanya melotot dan ekspresi menakutkan, lalu langsung diam dan tidak bisa diajak berkomunikasi lagi.
Kapolsek Puger AKP Fatchurrahman mengungkapkan, kepolisian kesulitan menggali informasi dari AR karena kondisinya yang tidak kooperatif.
"Susah diajak komunikasi, tiba-tiba adzan dan iqomah. Melotot dan diam saat ditanya soal kejadian," ujar Fatchurrahman, Kamis (30/1).
Selain itu, polisi juga mengalami kendala dalam membuka HP AR yang terkunci.
Dugaan kuat, di dalam perangkat tersebut terdapat petunjuk penting mengenai motif pembunuhan.
Namun, meskipun ibunya sudah berusaha membujuk, AR tetap tidak mau mengungkapkan kata sandi ponselnya.
Hingga kini, AR masih dirawat di RSD dr Soebandi, Jember, dengan pengawasan ketat dari dua anggota polisi setiap hari.
Meski dalam kondisi tak berdaya, tangannya tetap diborgol untuk mencegah tindakan berbahaya.
Sesekali, AR justru bertanya dengan nada aneh, "Kenapa tangan saya diborgol? Acaranya kan sudah selesai."
Saat kondisinya membaik, AR rencananya akan dibawa ke rumah sakit jiwa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi masih terus berusaha mengungkap motif sebenarnya di balik pembunuhan sadis ini. (*)
Editor : Nyoman Suarna