Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kecelakaan Maut Bus, Dua Orang Meninggal Dunia: Rencana Buat Momen Indah Masa SMA Jadi Tragedi

I Putu Suyatra • Minggu, 2 Februari 2025 | 15:08 WIB

Kondisi bus brimob yang alami kecelakaan maut di exit Tol Purwodadi. Inset kondisi salah satu korban yang dirawat di RS.
Kondisi bus brimob yang alami kecelakaan maut di exit Tol Purwodadi. Inset kondisi salah satu korban yang dirawat di RS.

BALIEXPRESS.ID - Rencana wisata sekaligus pemotretan kelulusan yang seharusnya menjadi momen indah bagi siswa kelas 12 SMAN 1 Porong, Sidoarjo, justru berubah menjadi tragedi.

Bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan fatal di ruas Tol Pandaan-Malang, Sabtu (1/2) siang, mengakibatkan dua korban meninggal dunia.

Bus dinas Polri RSB Pusdik Brimob Watukosek, Gempol, yang mengangkut 31 siswa kelas XII 7 itu menabrak tiang penunjuk arah saat melintas di KM 72, tepat di Exit Tol Purwodadi.

Kerasnya benturan menyebabkan tiang roboh melintang di jalan tol, sementara bodi depan bus hancur parah.

Sopir dan Siswa Jadi Korban Jiwa

Khoirul, sang sopir bus yang merupakan warga Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, mengalami luka berat akibat terjepit di ruang kemudi.

Pensiunan PNS tersebut mengalami perdarahan hebat di kepala dan nyawanya tak tertolong saat dilarikan ke RS Saiful Anwar Malang.

Beberapa jam kemudian, salah satu siswa, Nafiri Arimbi Maharani (18), warga Desa Candipari, Kecamatan Porong, juga menghembuskan napas terakhir setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit yang sama.

Saat kecelakaan terjadi, Nafiri duduk di belakang sopir dan terkena dampak benturan yang cukup parah.

Sabtu malam sekitar pukul 18.30 WIB, jenazah Nafiri tiba di rumah duka dan langsung dimakamkan di TPU Desa Candipari.

Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman, dengan isak tangis keluarga yang masih sulit menerima kenyataan pahit ini.

Pihak Keluarga Ikhlas, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

Meski terpukul, ibu korban, Soesetijaningsih (56), mengaku telah mengikhlaskan kepergian putrinya.

Pihak keluarga juga tidak berencana menuntut sekolah, karena menganggap kejadian ini sebagai musibah yang sudah digariskan takdir.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang maksimal.

Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan tragis ini.

"Kami masih mendalami kejadian ini bersama pihak terkait. Saat ini fokus utama kami adalah menangani korban dan memastikan kondisi mereka stabil," ungkap AKBP Jazuli.

Selain itu, kepolisian juga akan mengerahkan tim trauma healing untuk membantu para siswa yang selamat agar bisa pulih secara mental dari kejadian yang begitu mengguncang ini.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur tol yang memiliki risiko kecelakaan tinggi. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#tol #kecelakaan #bus #sman 1 porong #brimob