BALIEXPRESS.ID – Kecelakaan kerja merenggut nyawa seorang karyawan Delta Artha Bahari Nusantara (DABN), Fino Indra Permana (34).
Pria asal Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo itu tewas tenggelam setelah pikap L300 yang dikendarainya tergelincir ke laut di Pelabuhan Probolinggo, Selasa (4/2) petang.
Kasat Polairud Polres Probolinggo, AKP I Wayan Mulyana, mengungkapkan, sebelum insiden terjadi, korban sempat berbincang dengan rekannya, Sukris, di dermaga sebelah utara sekitar pukul 17.00 WIB.
"Korban berpamitan untuk mengambil air minum di mobilnya. Namun, tak lama kemudian, saksi melihat mobil korban tiba-tiba berbelok ke kiri dan jatuh ke laut," ungkapnya.
Saat mobil tercebur, Fino masih sempat keluar dan berusaha menyelamatkan diri dengan berenang serta berpegangan pada paku bumi dermaga selama sekitar 10 menit.
Namun, derasnya ombak dan angin kencang membuatnya kelelahan hingga akhirnya tenggelam.
Petugas DABN langsung melakukan penyelamatan menggunakan life jacket dan tali pengaman, dibantu kapal serta alat berat.
Korban akhirnya berhasil dievakuasi dan dilarikan ke UGD RSUD dr. Mohammad Saleh Kota Probolinggo. Namun, nyawanya tak tertolong.
Koordinator Kamar Jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh, Nur Wasis, memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Hanya ada luka lecet di telapak tangan kiri dan kaki kanan, kemungkinan akibat tergores karang saat berpegangan di paku bumi," jelasnya.
Direktur Operasional DABN, Andri Irawan, membenarkan insiden tersebut.
Menurutnya, Fino bertugas mengantarkan air minum untuk pekerja di area pelabuhan.
"Saat hendak kembali setelah mengantar air, mobilnya berjalan miring dan langsung tercebur ke laut. Saat itu, dia sendirian," ungkapnya.
Pihak perusahaan telah melaporkan kejadian ini ke Polairud.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zaenal Arifin, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
"Kami akan meminta keterangan sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait," ujarnya.
Insiden ini menjadi peringatan penting bagi pekerja pelabuhan untuk meningkatkan kewaspadaan demi menghindari kecelakaan serupa. (*)
Editor : Nyoman Suarna