Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Cemburu Berujung Maut, Seorang Suami Bacok Pria yang Goda Istrinya hingga Tewas

Putu Mita Damayanti • Jumat, 21 Februari 2025 | 01:19 WIB

DITANGKAP: Pelaku Rohman, warga Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, diamankan kepolisian setelah terlibat aksi pengeroyokan Rabu (19/2).
DITANGKAP: Pelaku Rohman, warga Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, diamankan kepolisian setelah terlibat aksi pengeroyokan Rabu (19/2).

BALIEXPRESS.ID - Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, diguncang insiden berdarah yang bermula dari api cemburu.

Seorang pria bernama Rohman (35) mengamuk setelah mengetahui istrinya diduga mendapat pesan godaan dari pria lain, Hamid (35).

Pertikaian ini berujung tragis, dengan satu nyawa melayang dan beberapa orang terluka.

Baca Juga: Kronologi Tabrakan Beruntun, Pengendara Motor Tewas Usai Terjatuh ke Jalur Berlawanan: Saksi Ungkap Detik-detik Menegangkan sebelum Korban Meninggal

Serangan brutal di sawah: dendam berubah jadi petaka

Kejadian terjadi pada Rabu (19/2) siang, saat Rohman tengah mencari rumput di sekitar area persawahan.

Tanpa diduga, ia melihat Hamid sedang memupuk tanaman jagung. Amarah yang sudah membara dalam dirinya pun meledak.

Tanpa banyak bicara, Rohman langsung menyerang Hamid dengan senjata tajam.

Tak sendirian, ia membawa serta tiga rekannya—Lim, Soh, dan Fai—untuk melancarkan aksi brutal tersebut.

Hamid sempat melakukan perlawanan sengit dan bahkan melukai dua dari mereka. Namun, luka bacok di perutnya terlalu parah untuk ditahan.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Tunggal Truk di Bali: Gagal Nanjak, Pagar Jembatan Jebol

Warga sekitar yang melihat insiden mengerikan itu segera membawa Hamid ke RSUD dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo.

Sayangnya, nyawanya tak bisa diselamatkan. Tepat pukul 16.30, dokter menyatakan Hamid meninggal dunia.

Polisi bergerak cepat, pelaku diamankan dalam kondisi terluka

Sementara itu, Rohman mengalami luka di bagian belakang kepala akibat perlawanan korban.

Ia sempat mendapat perawatan di Puskesmas Wonomerto sebelum akhirnya diamankan pihak kepolisian.

Barang bukti berupa dua celurit dan sepasang sandal turut disita sebagai bagian dari penyelidikan.

Kapolsek Wonomerto, AKP Bagus Purnama, menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami motif utama insiden ini serta peran masing-masing pelaku.

“Kami masih melakukan penyidikan lebih lanjut terkait motif dan keterlibatan para pelaku,” ujarnya.

Sawah tenang berubah jadi lokasi berdarah, warga geger

Tragedi ini membuat warga sekitar syok dan tak percaya bahwa perkelahian mematikan itu terjadi di tempat yang biasanya damai.

Baca Juga: Meriahkan HUT ke-237 Denpasar, PHDI Gelar Lomba Puja Trisandhya-Kramaning Sembah: Upaya Kuatkan Sradha Bhakti Generasi Muda

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa emosi yang tak terkendali bisa membawa petaka, bahkan merenggut nyawa.

Kini, kasus ini dalam penanganan polisi, sementara keluarga korban berduka atas kepergian Hamid yang tragis. *** 

 

 
Editor : I Putu Suyatra
#pembunuhan #probolinggo #Cemburu