DITANGKAP: Pelaku Rohman, warga Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, diamankan kepolisian setelah terlibat aksi pengeroyokan Rabu (19/2).
BALIEXPRESS.ID - Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, diguncang insiden berdarah yang bermula dari api cemburu.
Seorang pria bernama Rohman (35) mengamuk setelah mengetahui istrinya diduga mendapat pesan godaan dari pria lain, Hamid (35).
Pertikaian ini berujung tragis, dengan satu nyawa melayang dan beberapa orang terluka.
Serangan brutal di sawah: dendam berubah jadi petaka
Kejadian terjadi pada Rabu (19/2) siang, saat Rohman tengah mencari rumput di sekitar area persawahan.
Tanpa diduga, ia melihat Hamid sedang memupuk tanaman jagung. Amarah yang sudah membara dalam dirinya pun meledak.
Tanpa banyak bicara, Rohman langsung menyerang Hamid dengan senjata tajam.
Tak sendirian, ia membawa serta tiga rekannya—Lim, Soh, dan Fai—untuk melancarkan aksi brutal tersebut.
Hamid sempat melakukan perlawanan sengit dan bahkan melukai dua dari mereka. Namun, luka bacok di perutnya terlalu parah untuk ditahan.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Tunggal Truk di Bali: Gagal Nanjak, Pagar Jembatan Jebol
Warga sekitar yang melihat insiden mengerikan itu segera membawa Hamid ke RSUD dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo.
Sayangnya, nyawanya tak bisa diselamatkan. Tepat pukul 16.30, dokter menyatakan Hamid meninggal dunia.
Polisi bergerak cepat, pelaku diamankan dalam kondisi terluka
Sementara itu, Rohman mengalami luka di bagian belakang kepala akibat perlawanan korban.
Ia sempat mendapat perawatan di Puskesmas Wonomerto sebelum akhirnya diamankan pihak kepolisian.
Barang bukti berupa dua celurit dan sepasang sandal turut disita sebagai bagian dari penyelidikan.
Kapolsek Wonomerto, AKP Bagus Purnama, menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami motif utama insiden ini serta peran masing-masing pelaku.
“Kami masih melakukan penyidikan lebih lanjut terkait motif dan keterlibatan para pelaku,” ujarnya.
Sawah tenang berubah jadi lokasi berdarah, warga geger
Tragedi ini membuat warga sekitar syok dan tak percaya bahwa perkelahian mematikan itu terjadi di tempat yang biasanya damai.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa emosi yang tak terkendali bisa membawa petaka, bahkan merenggut nyawa.
Kini, kasus ini dalam penanganan polisi, sementara keluarga korban berduka atas kepergian Hamid yang tragis. ***