BALIEXPRESS.ID- Aksi kejahatan jalanan di Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), kembali terjadi.
Kali ini, seorang perangkat desa menjadi korban pembegalan sadis saat melintas di jalan desa masuk Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat (7/3/2025) siang.
Korban bernama Hapsari Faindarti,24, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Dringu, Probolinggo.
Baca Juga: Kronologi AKP I Made Juni Artawan Diduga Pencitraan Tolong Korban Kecelakaan Demi Konten
Kejadian terjadi sekitar pukul 13.30 Wita, saat ia dalam perjalanan pulang dari bekerja di Balai Desa Sumberagung dan hendak menuju rumah neneknya di Desa Sumbersuko.
Saat melintas, Hapsari berpapasan dengan dua pria mencurigakan yang mengendarai sepeda motor matik berwarna merah dari arah berlawanan.
Kedua pelaku memakai masker hitam, dan salah satunya mengenakan helm biru.
Dari gelagatnya, korban sudah merasa curiga dengan kedua pria tersebut.
Benar saja, setelah beberapa saat bersalipan, pelaku berbalik arah, lalu mendekati korban dan langsung memepetnya.
Pelaku yang dibonceng menarik tangan kanan korban, lalu membacoknya dengan senjata tajam sejenis wedung.
Korban sempat melawan, tetapi pelaku terus menyerangnya dengan bacokan berkali-kali.
“Saya kerasanya dibacok beberapa kali, tapi ada yang tidak kena untungnya karena baju saya tebal,” ujar Hapsari.
Aksi brutal itu membuat korban terjatuh. Begitu korban tersungkur, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor korban, Honda Scoopy warna putih dengan nomor polisi N 3197 ON.
Motor keluaran 2023 itu diperkirakan masih bernilai sekitar Rp 22 juta. Pelaku kemudian melarikan diri ke arah utara.
Hapsari yang kesakitan langsung berteriak meminta pertolongan. Warga yang mendengar teriakannya segera datang dan membawanya ke IGD RS Wonolangan Dringu untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca Juga: Pikap Ringsek Ditabrak Truk Usai Hindari Lubang Jalan, Polisi Ungkap Kondisi Sopir
Korban mengalami luka bacokan di tangan kanan dan harus mendapatkan dua jahitan sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
Sementara itu, Kepala Desa Sumberagung, Ilmidi, mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Dringu.
“Saya sudah melapor, dan saat ini polisi sedang melakukan olah TKP,” ujarnya.
Kapolsek Dringu, Iptu Anshori, membenarkan adanya insiden tersebut.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan sedang menyelidiki kasus ini lebih lanjut.
Menurutnya, TKP berada di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, sehingga tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut.
“Kami masih coba cari CCTV di lokasi sekitar. Tapi memang lokasinya jauh dari tempat yang kemungkinan ada CCTV seperti pertokoan dan sebagainya,” pungkasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan