Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

GEGER! Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri Usai Keluar dari Rehabilitasi

Putu Mita Damayanti • Sabtu, 22 Maret 2025 | 21:28 WIB

Warga memadati lokasi ditemukannya Suhartono gantung diri. (POLSEK GIRI UNTUK RABA)
Warga memadati lokasi ditemukannya Suhartono gantung diri. (POLSEK GIRI UNTUK RABA)

BALIEXPRESS.ID – Warga Lingkungan Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi digemparkan oleh penemuan tragis seorang pria yang tewas gantung diri di dalam rumahnya pada Jumat malam (21/3).

Korban, Suharto (35), ditemukan tak bernyawa dengan tali tampar menjerat lehernya, memicu kehebohan di lingkungan sekitar.

Sepupu korban, Hari Diantara (35), menjadi orang pertama yang menemukan jasad Suharto sekitar pukul 19.00 WIB.

Baca Juga: Annisa Mahesa Disorot! Anggota DPR RI Termuda Ini Dituding Punya Akun Alter, Pernyataannya Soal Demo Makin Panas di Medsos

Karena curiga korban tak kunjung keluar rumah, ia mendobrak pintu dan mendapati pemandangan mengenaskan.

Kejadian ini segera menyita perhatian warga setempat, yang kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.

Baru Keluar Rehabilitasi, Sering Melamun Sebelum Ditemukan Tewas

Kapolsek Giri, AKP Budi Mujiono, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian korban.

"Jenazah korban masih kami identifikasi untuk mengetahui penyebab kematian," ujarnya.

Namun, perlahan terungkap fakta mengejutkan di balik tragedi ini.

Dari hasil pemeriksaan saksi dan keluarga, diketahui bahwa Suharto baru saja menyelesaikan masa rehabilitasi akibat kecanduan pil koplo jenis G.

Baca Juga: AMOR ING ACINTYA! Lansia di Klungkung Hanyut Saat Mandi di Sungai, Ditemukan Meninggal Setelah Tiga Jam Pencarian

Selama dua bulan menjalani rehabilitasi, korban tidak lagi mengonsumsi obat terlarang tersebut. Namun, hal itu diduga berdampak pada kondisi psikologisnya.

"Korban baru keluar dari panti rehabilitasi, selama dua bulan rehab korban tidak mengonsumsi obat terlarang," ungkap AKP Budi Mujiono.

Sebelum ditemukan tewas, Suharto sempat terlihat melamun di depan rumahnya.

Tetangga yang melihatnya mengaku bahwa Suharto kerap mengalami kondisi serupa akibat efek kecanduannya di masa lalu.

"Sering melamun, karena berdasarkan informasi dari keluarga, sudah lama tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang tersebut," tambah AKP Budi.

Polisi Dalami Dugaan Lain di Balik Aksi Tragis Ini

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Sementara itu, polisi masih terus mendalami kejadian ini guna memastikan tidak adanya faktor lain yang menyebabkan Suharto nekat mengakhiri hidupnya.

Baca Juga: Mawinten: Ritual Penyucian Diri yang Penuh Makna bagi Umat Hindu Bali, Siapa Saja yang Bisa Mengikutinya? Apakah Sanggah Kemulan Perlu Ada Pemangku?

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya pendampingan pascarehabilitasi bagi mantan pecandu narkoba, agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan baik tanpa tekanan psikologis yang berujung fatal. *** 

 

 
Editor : I Putu Suyatra
#banyuwangi #gantung diri #pil koplo #rehabilitasi