BALIEXPRESS.ID - Gresik kembali digemparkan dengan aksi kriminal yang melibatkan anak di bawah umur. Tiga bocah berinisial FN (13), HR (9), dan NA (10) nekat mencuri sepeda motor di empat lokasi berbeda sebelum akhirnya tertangkap warga.
Lebih mengejutkan lagi, motor hasil curian mereka dijual dengan harga tak masuk akal—hanya Rp50 ribu kepada orang tak dikenal!
Kini, ketiganya tengah mendapatkan pendampingan psikologis dari Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPA) Gresik.
Baca Juga: Viral Ibu-Ibu Keluhkan Jalan Denpasar Macet Karena Festival, Bikin Warganet Geram
Langkah ini diambil agar mereka tetap mendapatkan hak pendidikan sekaligus diarahkan untuk tidak kembali terjerumus dalam tindak kriminal.
Pendampingan Intensif Agar Tak Kembali ke Jalan yang Salah
Kepala Dinas KBPPA Gresik, dr. Titik Ernawati, menegaskan bahwa rehabilitasi mental dan pendidikan menjadi prioritas dalam penanganan kasus ini.
“Pendampingan psikologis sangat penting agar mereka memahami kesalahannya dan bisa kembali ke jalur yang benar. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar mereka tetap bisa bersekolah,” ungkapnya.
Baca Juga: Siap Cetak Atlet Berprestasi, DPC PPS Kertha Wisesa Tabanan 2025-2030 Resmi Dilantik
Saat ini, dua dari tiga anak tersebut masih bisa mengikuti pembelajaran secara daring.
Sementara itu, FN yang sempat putus sekolah mendapat perhatian khusus agar tidak semakin terjerumus dalam lingkungan negatif.
Peran Keluarga Jadi Sorotan, Program Rehabilitasi Ditingkatkan
Demi mencegah kejadian serupa terulang, KBPPA Gresik melibatkan berbagai program rehabilitasi keluarga seperti Gerakan Ayah Teladan, Bina Keluarga Balita, dan Bina Keluarga Remaja.
Program ini bertujuan untuk memperkuat peran keluarga dalam membentuk karakter anak agar mereka tidak mudah terbawa arus kejahatan.
Saat ini, ketiga bocah tersebut telah ditangani oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Marsudi Putera Surabaya.
Harapannya, pendampingan ini bisa membawa mereka kembali ke lingkungan yang lebih positif dan menjauhkan mereka dari potensi kejahatan di masa depan.
Apakah Rehabilitasi Mampu Mengubah Masa Depan Mereka?
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi masyarakat tentang pentingnya pengawasan terhadap anak.
Baca Juga: Kecelakaan di Jalan Serma Durna, Perempuan Asal Buleleng Alami Sejumlah Luka
Mampukah pendampingan ini mengubah jalan hidup mereka? Atau ada faktor lain yang harus dibenahi agar anak-anak tidak lagi terjebak dalam lingkaran kriminalitas? Kita nantikan perkembangan selanjutnya! ***
Editor : I Putu Suyatra