Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Aksi Kejar-Kejaran Berujung Petaka, Empat Orang Terluka: Pemicunya Tolak Tantangan Duel

Putu Mita Damayanti • Selasa, 25 Maret 2025 | 00:03 WIB
PEMERIKSAAN: Personel Polsek Panjatan memeriksa dua pemuda.
PEMERIKSAAN: Personel Polsek Panjatan memeriksa dua pemuda.

BALIEXPRESS.ID – Malam Minggu yang seharusnya tenang berubah menjadi insiden mencekam di Jalan Nagung-Brosot, Kapanewon Panjatan.

Kejar-kejaran antara sekelompok pemuda berujung kecelakaan yang melibatkan empat korban, Minggu (23/3/2025) malam. 

Kapolsek Panjatan, AKP Antu Nugrahanto Atmojo, mengungkapkan, insiden bermula saat dua pemuda, GPR dan ZIF, yang baru pulang dari acara buka bersama melintas dari arah barat ke timur.

Saat tiba di depan SLB Panjatan sekitar pukul 19.45 WIB, mereka bertemu dengan rombongan pemuda lain yang berjumlah sekitar delapan orang menggunakan motor matik. 

Tanpa alasan jelas, rombongan tersebut mulai memprovokasi GPR dan ZIF dengan menggesekkan standar motor ke aspal, sebuah isyarat yang diduga sebagai ajakan berkelahi.

Namun, keduanya memilih untuk mengabaikan aksi tersebut. 

Tak terima diacuhkan, rombongan malah semakin beringas. Mereka menyalip GPR dan ZIF dengan kecepatan tinggi, lalu berbalik arah untuk mengejar.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi sepanjang satu kilometer di jalan yang padat. 

Ketika melintas di timur Alfamart Nagung, rombongan kembali menantang dengan memepet motor korban.

Panik, GPR dan ZIF berusaha menepi, tetapi dalam kondisi kecepatan tinggi, mereka justru kehilangan kendali dan menabrak pengguna jalan lain, S dan DT, yang saat itu sedang berboncengan menuju rumah tetangga. 

Benturan keras tak terhindarkan. Keempatnya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sementara itu, rombongan pemuda yang menjadi penyebab kecelakaan langsung melarikan diri. 

Hingga kini, Polsek Panjatan masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku.

AKP Antu juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi anak-anak mereka selama libur Lebaran agar terhindar dari aksi-aksi berbahaya di jalanan. 

Kasus ini menjadi pengingat bahwa aksi ugal-ugalan di jalan raya bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga nyawa orang lain.

Polisi berjanji akan menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam kejadian ini. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#terluka #PETAKA #berkelahi #kejar-kejaran #tantangan