BALIEXPRESS.ID - Polisi terus memburu 14 pelaku pengeroyokan yang menewaskan Hidris Rayyan (17), seorang siswa SMA di Pare, Kabupaten Kediri.
Bukti rekaman CCTV yang mengabadikan kejadian tragis di Desa Menang, Kecamatan Pagu, kini menjadi petunjuk utama dalam penyelidikan.
Selain Rayyan yang meninggal dunia, dua temannya, Zaki Amani (17) dan Hendra Reza (15), mengalami luka parah akibat aksi brutal belasan pemuda tak dikenal.
Peristiwa ini bermula saat Rayyan dan teman-temannya pergi sahur ke kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) pada Minggu malam (23/3).
Setelah satu jam nongkrong, mereka memutuskan pulang sekitar pukul 01.30 WIB, Senin (24/3).
Dalam perjalanan pulang melewati jalur dalam, mereka berpapasan dengan sekelompok pemuda yang diduga berasal dari kelompok perguruan silat tertentu.
Tanpa sebab yang jelas, kelompok tersebut mulai mengejar mereka sambil meneriakkan ancaman.
Ketakutan, Rayyan dan teman-temannya tancap gas untuk menghindari kejaran para pelaku yang membawa balok dan parang.
Namun, saat merasa aman dan berhenti menunggu teman mereka, rombongan pelaku tiba-tiba muncul kembali. Tidak bisa lagi melarikan diri, mereka bertiga menjadi sasaran pengeroyokan.
Usai dipukuli hingga babak belur, ketiga korban ditinggalkan begitu saja di lokasi kejadian.
Rayyan akhirnya menghembuskan napas terakhir di RSUD SLG Kediri, sementara Zaki dan Hendra masih dalam kondisi luka berat.
Achmad Fauzi Kurniawan (30), kakak dari korban Zaki, mengungkapkan bahwa bukti rekaman CCTV menunjukkan tujuh motor yang dikendarai berboncengan oleh 14 pelaku.
"Mereka semua berboncengan, jadi total ada 14 orang," katanya, seperti dikutip dari Radar Kediri.
Tak hanya satu titik, polisi sudah mengamankan 20 titik CCTV untuk mempercepat identifikasi dan penangkapan para pelaku. Namun, hingga kini, belum ada yang tertangkap.
"Masih dalam pengejaran," kata Kasatreskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama melalui Kanit PPA Ipda Heri Wiyono.
Dengan semakin banyaknya bukti yang terkumpul, polisi optimistis bisa segera menangkap para pelaku.
Masyarakat pun berharap kasus pengeroyokan ini dapat segera diungkap, dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. (*)
Editor : Nyoman Suarna