BALIEXPRESS.ID - Momen mudik yang dinanti-nanti berubah menjadi mimpi buruk bagi para penghuni kos di Jalan Raya Tubanan Lama I nomor 61, Kelurahan Tubanan, Tandes, Surabaya.
Sepuluh kamar kos mereka hangus dilalap api pada Kamis (3/4) dini hari, saat ditinggal mudik dalam keadaan kosong.
Kebakaran dahsyat ini pertama kali disadari oleh warga sekitar pukul 02.00 WIB.
Baca Juga: Penemuan Mayat Perempuan Tanpa Busana Bikin Geger: Keluarga Korban Ungkap Fakta Ini
Api yang berkobar dengan cepat melahap bangunan semi-permanen tersebut, menciptakan kepanikan di tengah sunyinya malam.
Kepulan asap hitam membumbung tinggi, menjadi saksi bisu amukan si jago merah.
"Api sudah membesar saat kami sadari. Bangunan kos itu seperti lautan api," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, menggambarkan kengerian saat kejadian.
Respons cepat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya patut diacungi jempol.
Satu unit pemadam dari Pos TVRI tiba di lokasi hanya dalam waktu enam menit setelah laporan diterima.
Baca Juga: Gelar Festival Ogoh-ogoh, GWK Kebanjiran Pengunjung: Meningkat Dua Kali Lipat Dari Hari Normal
Tak lama kemudian, enam unit tambahan dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman.
"Api pokok berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar delapan menit. Pembasahan terus dilakukan hingga pukul 02.43 untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa," jelas Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kota Surabaya, Wasis Sutikno.
Luas area yang terbakar mencapai 6 x 15 meter. Beruntung, api tidak merambat ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi.
Namun, pemilik kos, Sugianto, harus menanggung kerugian yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari korsleting listrik.
"Saat kejadian, semua kamar kos dalam keadaan kosong, sehingga tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materi cukup besar," ungkap Kanit Reskrim Polsek Tandes, Iptu Jumeno Warsito.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang meninggalkan rumah dalam keadaan kosong saat mudik.
Baca Juga: Polsek Pace Membara: Digeruduk Ratusan Pesilat, Bentrok Pecah, Ada Apa dengan Kasus Pengeroyokan?
Pastikan semua peralatan listrik dalam keadaan mati dan aman untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali. ***
Editor : I Putu Suyatra