Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Dua Anak Kandung yang Habisi Ayahnya Sendiri: Polisi Ungkap Kisah Pilu di Balik Aksi Brutal Itu

Putu Mita Damayanti • Jumat, 4 April 2025 | 02:12 WIB

DITANGKAP : MK dan SL diringkus di Tomata setelah membunuh ayah kandungnya
DITANGKAP : MK dan SL diringkus di Tomata setelah membunuh ayah kandungnya

BALIEXPRESS.ID - Malam yang sunyi di Desa Lembontonara, Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali Utara, Sulteng mendadak pecah oleh aksi berdarah yang mengguncang warga. Dua anak bunuh ayah kandungnya.

AL (48) ditemukan tewas mengenaskan di depan sebuah warung, dihabisi oleh dua anak kandungnya sendiri, MK (20) dan SL (19).

Dendam yang terpendam lama akibat kekerasan dalam rumah tangga diduga menjadi pemicu utama pembunuhan brutal ini.

Baca Juga: Sehari Sebelum Meninggal Kecelakaan di AS, Kadek Melly Sempat Minta Video Ogoh-Ogoh di Desanya, Ini Penjelasan Sang Ayah

Kapolres Morowali Utara, AKBP Reza Khomeini, mengungkapkan bahwa motif pembunuhan ini berakar dari kebiasaan AL yang sering mabuk dan melakukan kekerasan terhadap istri serta anak perempuannya.

Kemarahan yang dipendam selama bertahun-tahun akhirnya meledak dalam aksi sadis yang tak terbayangkan.

"Korban sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Ini yang membuat pelaku dendam dan akhirnya nekat menghabisi nyawa korban," ungkap AKBP Reza Khomeini.

Aksi pembunuhan itu sendiri terencana. MK dan SL mendatangi sebuah warung di Desa Tomata untuk meminjam parang dengan alasan akan memotong ular.

Baca Juga: Mudik Berujung Petaka: 10 Kamar Kos Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik Jadi Biang Kerok!

Namun, parang itu justru menjadi senjata mematikan yang mereka gunakan untuk menghabisi nyawa ayah mereka.

Ketika menemukan motor korban terparkir di depan warung, keduanya langsung melancarkan serangan.

MK menjadi yang pertama menyerang, namun AL sempat menangkis. Dalam hitungan detik, SL datang dari belakang dan menebas kepala bagian atas ayahnya, membuatnya jatuh tersungkur.

Tanpa ampun, MK kemudian menebas wajah dan leher korban, memastikan nyawanya tak tersisa.

Setelah melancarkan serangan brutal itu, kakak beradik ini melarikan diri ke Desa Tomata.

Namun, pelarian mereka tak berlangsung lama. Dalam waktu 30 menit, aparat kepolisian berhasil menangkap mereka bersama barang bukti.

Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi warga Desa Lembontonara.

Di balik aksi pembunuhan yang keji, terungkap kisah pilu tentang kekerasan dalam rumah tangga yang telah merenggut nyawa seorang ayah.

Kini, MK dan SL harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum. *** 

Baca Juga: Penemuan Mayat Perempuan Tanpa Busana Bikin Geger: Keluarga Korban Ungkap Fakta Ini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#pembunuhan #morowali utara #sulteng #anak bunuh ayah