Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tangisan Pilu di Kebun Penuh Sampah: Bayi Perempuan Tanpa Busana Ditemukan Dikerubungi Semut, Siapa Pelakunya?

Putu Mita Damayanti • Jumat, 4 April 2025 | 02:19 WIB

Ilustrasi penemuan bayi perempuan oleh warga Gunung Putri Bogor
Ilustrasi penemuan bayi perempuan oleh warga Gunung Putri Bogor

BALIEXPRESS.ID - Sebuah kisah tragis mengguncang Kampung Cikeas Ilir, Desa Ciangsana, Gunung Putri, ketika seorang warga menemukan bayi perempuan yang baru lahir tergeletak di tengah kebun penuh sampah, Rabu (2/4/2025).

Tangisan pilu bayi yang terselip di antara semak-semak mengantarkan penemuan yang membuat hati siapapun terenyuh.

Niat awal seorang warga hanyalah mencari rebung bambu, namun ia justru menemukan pemandangan mengerikan.

Baca Juga: Kisah Dua Anak Kandung yang Habisi Ayahnya Sendiri: Polisi Ungkap Kisah Pilu di Balik Aksi Brutal Itu

Bayi perempuan malang itu tergeletak lemah di atas rerumputan, tanpa sehelai pakaian pun, dan dikerubungi semut.

"Tangisannya sangat lirih, hampir tidak terdengar. Saat ditelusuri, ternyata berasal dari seorang bayi yang dibuang di kebun sampah," ungkap Sain, Ketua RT 02/02, dengan nada prihatin.

Saat ditemukan, kondisi bayi sangat memprihatinkan. Tubuh mungilnya sudah lemas, diduga karena kedinginan dan kelaparan.

Baca Juga: Sehari Sebelum Meninggal Kecelakaan di AS, Kadek Melly Sempat Minta Video Ogoh-Ogoh di Desanya, Ini Penjelasan Sang Ayah

Warga yang panik segera membawa bayi tersebut ke bidan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Kami tidak tega melihat kondisinya. Bayi itu sangat kecil dan lemah," ujar seorang warga yang ikut membantu proses evakuasi.

Pihak keamanan setempat bergerak cepat berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bogor untuk memastikan bayi tersebut mendapatkan perlindungan dan perawatan yang layak.

Penyelidikan intensif pun dilakukan untuk mengungkap pelaku yang tega membuang bayi tak berdosa ini.

Peristiwa ini menyisakan luka mendalam di hati warga.

Bagaimana mungkin seorang ibu tega membuang darah dagingnya sendiri di tempat yang kotor dan berbahaya? Pertanyaan ini terus menghantui benak warga.

"Kami berharap pelaku segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas seorang tokoh masyarakat setempat.

Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik tindakan keji ini. *** 

Baca Juga: Mudik Berujung Petaka: 10 Kamar Kos Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik Jadi Biang Kerok!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bayi perempuan #Gunung Putri