BALIEXPRESS.ID - Suasana ceria jalur wisata Cangar yang menghubungkan Mojokerto dan Batu mendadak berubah menjadi mimpi buruk pada Kamis (3/4).
Sebuah longsor dahsyat di kawasan Air Terjun Watu Lumpang, Desa Pacet, Kabupaten Mojokerto, mengirim dua kendaraan terempas ke jurang puluhan meter, merenggut nyawa seorang pria dan memicu operasi penyelamatan yang dramatis.
Kengerian longsor yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB itu bahkan terekam jelas oleh dashcam mobil lain yang berada tepat di belakang dua kendaraan naas tersebut.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat bagaimana material longsor berupa tanah dan batu besar dari tebing setinggi 50 meter tiba-tiba menyapu jalur, menghantam dan menyeret mobil Toyota Innova hitam bernopol (belum diketahui) dan mobil pikap putih S 9137 NI ke dalam jurang.
Korban tewas dalam insiden tragis ini telah diidentifikasi sebagai Masjid Zatmo Setio (30), warga Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.
Jasadnya ditemukan tertimbun material longsor di dalam mobil Toyota Innova yang dikendarainya.
"Ditemukan dua kendaraan yang tertimbun longsor, untuk kendaraan masih dalam proses evakuasi," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Yoi Afrida Soesetyo Djati, menggambarkan betapa dahsyatnya longsor tersebut.
Baca Juga: Aneh Tapi Nyata! Maling Motor di Tabanan Tinggalkan Sepeda Onthel Sebagai Gantinya! Apa Motifnya?
Hingga kini, pihak berwenang belum dapat memastikan jumlah pasti kendaraan yang menjadi korban longsor.
Proses pencarian dan evakuasi yang berlangsung hingga malam hari harus dihentikan sementara akibat cuaca buruk dan medan yang sangat berbahaya.
Evakuasi kembali dilanjutkan pada Jumat (4/4) pagi mulai pukul 07.00 WIB.
Kondisi di lokasi kejadian sangat memprihatinkan. Dua kendaraan yang ditemukan berada di kedalaman jurang yang berbeda, sekitar 70 meter dan 30 meter.
Bahkan, salah satu kendaraan tertimpa batu besar, memerlukan alat berat untuk membantu proses evakuasi yang penuh tantangan.
Dugaan sementara penyebab longsor adalah tersumbatnya aliran Sungai Watu Lumpang akibat pohon tumbang.
Hambatan aliran air ini diduga kuat menyebabkan tekanan pada dinding tebing di gugusan Bukit Welirang, yang akhirnya berujung pada longsor yang mematikan.
Kekhawatiran masih menyelimuti, karena beberapa korban lain diduga masih terjebak di dalam kendaraan yang tertimbun material longsoran.
Proses evakuasi malam hari berlangsung dramatis di tengah hujan lebat dan kondisi tanah yang labil, memaksa tim SAR gabungan untuk bekerja ekstra hati-hati.
"Mengingat cuaca hujan dan tidak henti-hentinya, tanah yang labil dan berlumpur, sehingga operasi SAR kami hentikan dan dilanjutkan besok (hari ini, red) mendasari tim yang ahli dari Basarnas," tegas Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto, menekankan betapa berbahayanya situasi di lokasi.
Jalur wisata Cangar yang semula menawarkan keindahan alam kini berubah menjadi saksi bisu tragedi maut.
Upaya penyelamatan terus dilakukan, dan harapan untuk menemukan korban selamat masih terus membara di tengah duka yang mendalam. ***
Editor : I Putu Suyatra