Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rekonstruksi Bongkar Aksi Sadis Oknum TNI AL Habisi Nyawa Jurnalis Juwita, Motor Korban Dicuci untuk Hapus Jejak Sidik Jari

I Made Mertawan • Minggu, 6 April 2025 | 14:58 WIB
Tersangka J dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Juwita (23) di TKP, Jalan Trans Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Sabtu (5/4/2025) siang.
Tersangka J dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Juwita (23) di TKP, Jalan Trans Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Sabtu (5/4/2025) siang.

BALIEXPRESS.ID- Kasus pembunuhan tragis yang menimpa Juwita,23, seorang jurnalis, memasuki babak baru dengan digelarnya rekonstruksi terbuka di kawasan Jalan Trans Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (5/4/2025) siang.

Sebanyak 33 adegan diperagakan oleh tersangka berinisial J, anggota aktif TNI AL berpangkat Kelasi Satu.

Seluruh rangkaian adegan menjadi sorotan, terutama saat proses terjadinya pembunuhan.

Kuasa hukum keluarga korban, Dedi Sugiyanto, mengatakan bahwa rekonstruksi fokus pada kronologi kematian Juwita.

“Dari rangkaian yang tadi kita lihat, rekonstruksinya dimulai dari bagaimana korban dipindah ke belakang mobil, lalu terjadilah pembunuhan dengan cara dipiting dan dicekik,” jelas Dedi.

Satu orang saksi yang berada di area sekitar turut hadir dalam rekonstruksi.

Saksi tersebut mengaku mendengar suara pintu mobil terbuka dari kebun karetnya, lalu melihat mobil dan tubuh korban tergeletak di lokasi kejadian.

Usai menghabisi nyawa korban, pelaku sempat meminta bantuan warga yang melintas untuk mengambil sepeda motor milik korban yang sebelumnya ditinggalkan di pusat perbelanjaan.

Motor itu lalu dibawa ke lokasi dan sengaja dirusak agar tampak seperti korban mengalami kecelakaan tunggal.

Tidak hanya itu, pelaku juga menghancurkan ponsel korban dan mencuci motor untuk menghapus jejak sidik jari.

Setelah itu, jasad Juwita diletakkan di tepi jalan bersama motor yang rusak, sebelum pelaku melarikan diri menggunakan mobil sewaan.

Menurut Dedi, seluruh adegan yang diperagakan mengacu pada pengakuan dari tersangka.

Untuk motif pembunuhan masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik.

"Kami terus melakukan konsolidasi internal dan koordinasi dengan penyidik agar bisa melihat motif dari keterangan saksi-saksi, alat bukti, dan tersangka,” tegasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#pembunuhan #jurnalis #tni al