Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Indehoi dengan Wanita Penghibur, Pria Dewasa Kejang-Kejang: Diduga Ini Penyebabnya

Putu Mita Damayanti • Selasa, 8 April 2025 | 00:07 WIB
KEJANG: Korban Ant saat hendak dibawa ke RS usai alami kejang-kejang usai indehoi bareng PSK.
KEJANG: Korban Ant saat hendak dibawa ke RS usai alami kejang-kejang usai indehoi bareng PSK.

BALIEXPRESS.ID - Sebuah tragedi mengejutkan terjadi di kawasan warung remang-remang Ngopak, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Minggu malam (6/4).

Seorang pria berusia 53 tahun, Ant, warga Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, meninggal dunia usai berkencan dengan wanita pekerja seks.

Ant diketahui datang bersama tetangganya yang berusia 70 tahun, Sih. Keduanya naik motor menuju warung milik Hasan Bisri, yang biasa jadi tempat "hiburan malam" di Pasar Baru Ngopak, Desa Kedawung Wetan.

 Baca Juga: Pembangunan Kawasan Pelabuhan Terpadu Sangsit Akan Dimulai 2026

Awalnya, Ant hanya memesan kopi. Namun suasana berubah panas ketika ia masuk kamar bersama seorang wanita penghibur berinisial Sat.

Namun, saat sedang "beraksi", tubuh Ant mendadak lemas dan napasnya tersengal. Sat pun panik dan menyuruh Ant berhenti.

Setelah mengenakan kembali pakaiannya, Ant duduk di kasur dengan kondisi mulut berbusa. Sat lari keluar dan memberi tahu Sih dan pemilik warung.

 Baca Juga: Dandim 1609/Buleleng, Letkol Kav. Angga Nurdyana : Berawal dari Mengantar Teman, Daftar Diam-diam dan Sukses

Polisi dan tim medis segera datang, namun nahas, Ant sudah kejang-kejang dan tak sadarkan diri. Ia dinyatakan meninggal dunia saat hendak dibawa ke rumah sakit.

Dari hasil penyelidikan, sebelum kejadian, Ant sempat membeli dan mengonsumsi obat kuat berbungkus merah di daerah Ketapang, Probolinggo. Diduga kuat, obat itulah yang memicu kematiannya.

Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, mengatakan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Pihak keluarga menolak otopsi dan menganggap insiden tersebut sebagai musibah.

 Baca Juga: Pasar Murah Digital Singaraja, Inovasi Sociopreneur Ringankan Beban Jelang Galungan dan Kuningan  

"Keluarga menyatakan korban memang punya riwayat sakit dan tidak bersedia dilakukan visum maupun otopsi. Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah," ujar Junaidi.

Kisah ini jadi peringatan keras bagi siapa pun yang nekat mengonsumsi obat kuat tanpa pengawasan medis. Satu malam penuh "kenikmatan" bisa berubah jadi malam terakhir dalam hidup. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#kejang-kejang #obat kuat #pria #wanita penghibur #INDEHOI