BALIEXPRESS.ID – Warga Kota Malang digegerkan dengan penemuan jasad bayi perempuan yang mengapung di aliran Sungai Brantas, Rabu (10/4).
Lokasi penemuan berada di wilayah RW 1, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing.
Penemuan mengerikan ini terjadi sekitar pukul 13.15 WIB, saat seorang warga bernama Yeni Susanti tengah mencuci pakaian di tepi sungai.
Yeni, yang berdomisili di RT 4/RW 1 Kelurahan Jodipan, melihat benda mencurigakan mengapung di permukaan air.
“Karena khawatir, Bu Yeni kemudian memberitahu warga lain agar memastikan apa yang sebenarnya mengapung itu,” ujar Ketua RW 1 Kelurahan Jodipan, Raden Arif.
Widodo, warga RT 6/RW 1 yang menerima laporan tersebut, lantas mendekati benda tersebut.
Betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa benda itu adalah jasad seorang bayi perempuan.
“Pak Widodo langsung mengangkat jasad bayi itu dari sungai. Saat ditemukan, bayi dibungkus dengan kantong kresek putih yang dilapisi kardus,” tambah Arif.
Kondisi jasad bayi tersebut mengindikasikan bahwa ia telah meninggal beberapa hari sebelumnya.
Bagian tubuh seperti kaki, perut, dada, hingga kepala tampak membengkak dan menghitam.
Tidak ditemukan barang-barang lain di sekitar lokasi, kecuali ari-ari yang masih terlilit di bagian perut bayi.
Setelah dievakuasi, warga segera menghubungi pihak kepolisian.
Tak lama berselang, tim dari Polsek Blimbing, bersama INAFIS dan relawan, tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi awal.
Jasad bayi tersebut kemudian dibawa ke RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang sekitar pukul 14.10 WIB untuk menjalani proses otopsi.
Kapolsek Blimbing, AKP M. Roichan, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian bayi ini,” ujarnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna