Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tragis! Remaja 17 Tahun Bunuh Santri gara-gara Cekcok soal Uang Rp300 Ribu

I Made Mertawan • Selasa, 15 April 2025 | 13:35 WIB
Ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi pembunuhan

BALIEXPRESS.ID– Tim Opsnal Satreskrim Polres Pidie Jaya, Aceh, berhasil mengamankan seorang remaja berinisial NZ,17. 

Remaja ini diduga sebagai pelaku pembunuhan dan pencurian terhadap santri berinisial AM,16.

Penangkapan dilakukan setelah NZ sempat melarikan diri hingga ke Medan, Sumatera Utara.

“Pelaku warga Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. ditangkap Minggu, 13 April 2025, setelah sempat melarikan diri ke Medan, Sumatera Utara," ungkap Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya, Iptu Faizi Atmaja, Senin (14/4).

Menurut Faizi, petugas yang telah membuntuti pergerakan NZ langsung menyergapnya. 

Pelaku ditangkap tanpa perlawanan saat pelaku hendak kembali ke kampung halamannya menumpangi mobil L300.

Sebelumnya, masyarakat Pidie Jaya dihebohkan oleh penemuan jasad seorang santri di kawasan rawa dekat salah satu pesantren, pada Jumat (11/4/2025).

Saat ditemukan, kondisi mayata sudah membusuk. Hasil penyelidikan polisi, pelaku pembunuhan mengarah kepada NZ. 

Pelaku mengaku sempat menjual handphone milik korban seharga Rp350 ribu kepada seseorang berinisial FR.

Setelah itu, ia kabur ke Bener Meriah lalu melanjutkan pelariannya ke Medan.

Motif di balik aksi keji tersebut diduga karena sakit hati. Korban disebut-sebut sempat meminjam uang sebesar Rp300 ribu dari pelaku namun tak kunjung dikembalikan, hingga terjadi cekcok yang berujung tragis.

Kini, NZ telah diamankan di Mapolres Pidie Jaya beserta sejumlah barang bukti untuk proses penyidikan lanjutan.

Ia dijerat dengan Pasal 338 jo Pasal 351 ayat (3) jo Pasal 365 ayat (1) KUHP serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

“Penyidik segera melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke pihak kejaksaan, serta menjadwalkan pelaksanaan rekonstruksi kejadian bersama Jaksa Penuntut Umum dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pidie Jaya,” tutup Faizi. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#pembunuhan #santri #aceh