Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Teganya! Gara-Gara Dituduh Curi Uang, Cucu masih Gadis Bubuhi Racun ke Kopi Neneknya: Begini Nasibnya

Putu Mita Damayanti • Selasa, 15 April 2025 | 23:30 WIB
Ilustrasi kopi yang bisa jadi sarana pengantar racun.
Ilustrasi kopi yang bisa jadi sarana pengantar racun.

BALIEXPRESS.ID - Sebuah kisah memilukan terjadi di Desa Segaran, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Seorang gadis remaja berusia 17 tahun diduga nekat meracuni kopi yang diminum neneknya sendiri.

Aksi ini diduga dilatarbelakangi tuduhan sang nenek yang menuding sang cucu mencuri uang Rp 26 juta yang disembunyikan di kandang sapi belakang rumah.

Korban, Kariyem (70), selama ini tinggal berdua dengan sang cucu, B.

Hubungan keduanya mulai memanas sejak awal Maret lalu, saat uang puluhan juta milik Kariyem raib secara misterius.

Karena hanya mereka berdua yang tinggal di rumah itu, tudingan pun mengarah ke cucunya.

"Setiap hari neneknya terus menuduh si cucu mencuri uang tersebut," ujar Aiptu Erlehana, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang.

Tuduhan yang terus-menerus membuat B tertekan secara mental.

Puncaknya terjadi pada 12 April lalu. Diduga tak tahan lagi, B diduga mencampurkan racun jenis herbisida tuformin ke dalam kopi yang biasa diminum neneknya setiap pagi.

Beruntung, Kariyem segera curiga karena rasa kopi terasa aneh.

Ia langsung memuntahkan minuman tersebut dan membilas mulutnya.

Dalam kondisi marah, ia melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Namun dua hari kemudian, laporan itu dicabut usai keduanya menjalani proses mediasi.

Terlebih hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi sang nenek dalam keadaan sehat.

Meski begitu, pihak kepolisian tetap melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap B.

Tindakan nekat remaja tersebut dinilai bisa membahayakan nyawa orang lain.

"Walaupun laporan dicabut, kami tetap memberikan pengawasan. Karena tindakan ini sudah masuk kategori percobaan pembunuhan," jelas Aiptu Erlehana.

Sementara itu, B dalam keterangannya mengaku bingung dan tertekan karena merasa tak pernah mencuri. Ia juga mengatakan sang nenek kerap lupa dan pikun akibat faktor usia. Bahkan, B menduga uang Rp 26 juta itu mungkin sejak awal memang tidak ada.

Kisah ini pun menjadi peringatan bagi semua pihak tentang pentingnya komunikasi yang sehat dalam keluarga. Tuduhan tanpa bukti dan tekanan psikologis bisa membawa dampak yang mengerikan—bahkan hingga nyaris merenggut nyawa. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#uang #kopi #racun #Dituduh #gadis #Curi #nenek