Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan, Diduga Diserang 10 Anjing Peliharaannya

Putu Mita Damayanti • Selasa, 15 April 2025 | 23:50 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

BALIEXPRESS.ID - Warga Jalan Rungkut Harapan digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria dalam kondisi mengenaskan di dalam rumahnya.

Korban, Yohanes Alexander Stevanus de Fretes (52), ditemukan tak bernyawa pada Jumat sore, 11 April 2025, dengan luka parah di bagian wajah. Dugaan sementara, luka tersebut disebabkan oleh serangan dari sepuluh anjing peliharaannya sendiri.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh Henry, kakak korban, yang merasa ada kejanggalan saat mengunjungi rumah Yohanes.

Ia mengaku mendengar gonggongan anjing yang tidak biasa dari dalam kamar sang adik.

“Saya bawakan makanan, tapi sampai sore dia nggak keluar. Gonggongan anjingnya juga terus-terusan, jadi saya curiga,” ujar Henry.

Setelah memaksa membuka pintu kamar, Henry terkejut mendapati tubuh Yohanes sudah tidak bernyawa.

Di sekeliling jasadnya, sepuluh anjing peliharaan korban masih berkeliaran, menciptakan suasana mencekam.

Pihak kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP.

Berdasarkan keterangan awal, Yohanes diketahui memelihara sepuluh ekor anjing jenis campuran.

Beberapa dari anjing tersebut dikabarkan memiliki sifat agresif.

Kapolsek Rungkut, Kompol Budi Hartono, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Kami belum bisa menyimpulkan. Bisa jadi korban diserang saat dalam kondisi tidak sadar. Kami masih dalami berbagai kemungkinan,” ujarnya.

Kesepuluh anjing tersebut kini diamankan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Surabaya.

Anjing tersebut akan menjalani pemeriksaan menyeluruh, baik secara fisik maupun perilaku, guna menentukan langkah selanjutnya.

Dr. Lina Wati, seorang dokter hewan yang terlibat dalam pemeriksaan, mengatakan bahwa agresivitas pada anjing bisa muncul dalam situasi tertentu.

“Jika hewan merasa terancam, lapar, atau kebingungan, mereka bisa menunjukkan perilaku menyerang, bahkan kepada pemiliknya sendiri,” jelasnya.

Polisi masih menggali berbagai informasi dari lingkungan sekitar dan keluarga korban.

Sementara itu, keluarga Yohanes tengah menanti hasil autopsi sebagai dasar pengambilan keputusan berikutnya, termasuk rencana pemakaman. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#anjing #tewas #Peliharaan #Diserang #mengenaskan