Teror Maut Pinjol Kembali Makan Korban, Seorang Pemuda di Kediri Akhiri Hidupnya: Kondisinya Mengenaskan
I Putu Suyatra• Jumat, 18 April 2025 | 01:38 WIB
Petugas mengevakuasi korban. (Foto: istimewa)
BALIEXPRESS.ID - Rabu malam (16/4) berubah menjadi kelabu bagi Kota Kediri, Jawa Timur. Seorang pemuda berinisial AR (28) ditemukan tewas mengenaskan di jalur kereta api Kilometer 182+6/7, Petak Jalan Ngadiluwih–Kediri, tepatnya di Kelurahan Manisrenggo, Kecamatan Kota.
Tubuhnya hancur setelah dihantam Kereta Api Kahuripan jurusan Blitar–Kiaracondong yang melaju kencang.
Warga sekitar dibuat gempar oleh suara benturan keras yang memecah sunyi malam di jalur kereta yang terpencil dan jauh dari perlintasan resmi.
Tak lama berselang, sesosok tubuh tergeletak tak bernyawa ditemukan. Identitasnya kemudian diketahui sebagai AR, dengan luka mengerikan di kepala, tangan, dan kaki.
"Setelah menerima laporan dari Polsuska dan penjaga palang, kami segera mendatangi lokasi. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat tertabrak kereta api," ungkap Kapolsek Kediri Kota, Kompol Ridwan Sahara, memberikan keterangan resmi.
Dugaan Bunuh Diri Mencuat, Teror Pinjol di Balik Tragedi?
Spekulasi mengenai penyebab kematian AR langsung merebak. Dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri.
Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban selain luka akibat benturan hebat dengan kereta.
Namun, misteri semakin kelam saat informasi mengenai latar belakang korban terkuak.
AR ternyata adalah warga Kelurahan Ringinanom yang diduga kuat tengah mengalami tekanan mental yang luar biasa.
Penyebabnya? Teror dari utang pinjaman online (pinjol) yang mencekik kehidupannya.
Pesan-pesan ancaman dari para penagih bahkan tak hanya menyasar AR, namun juga menyebar ke kontak-kontak pribadinya, mempermalukannya di hadapan lingkungan sosialnya.
Seorang saksi mata yang juga merupakan perangkat kelurahan setempat mengungkapkan bahwa AR sempat terlihat linglung dan depresi beberapa hari sebelum kejadian tragis itu.
"Dia kelihatan murung, bahkan sempat mengatakan hidupnya sudah hancur karena pinjol," tuturnya dengan nada prihatin.
Masinis Tak Berdaya, Evakuasi di Lokasi Terpencil
Masinis Kereta Api Kahuripan, Mohamad Chamdan, mengaku tidak memiliki kesempatan untuk menghentikan laju keretanya.
Menurut keterangannya, korban tiba-tiba melompat ke rel dari area yang gelap.
Lokasi kejadian yang terpencil juga menjadi kendala tersendiri, membuat proses evakuasi jenazah AR berlangsung cukup lama.
Kini, jenazah AR telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, pihak kepolisian Kediri Kota memberikan imbauan keras kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap bahaya jeratan pinjaman online ilegal yang semakin merajalela.
"Utang pinjol bukan hanya melilit keuangan, tapi bisa menusuk jiwa. Jangan pernah ragu mencari bantuan ketika tertekan," pesan Kompol Ridwan dengan nada tegas, mengingatkan akan dampak buruk pinjol yang tak hanya materiil namun juga psikologis. ***