BALIEXPRESS.ID- Peristiwa memilukan terjadi di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada Kamis (17/4/2025) siang.
Tiga petani yang tengah memanen jagung di lahan milik Perhutani, tepatnya di petak 40 H, disambar petir. Satu di antaranya tewas di lokasi kejadian.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Pujo Ardianto,39, warga setempat yang saat kejadian berada di tengah-tengah lahan jagung.
Dua petani lainnya, Niha, 66, dan Tohari,53, asal Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, selamat. Mereka mengalami luka ringan.
Kedua korban selamat saat itu sedang berada di pinggir ladang. Ketika melihat Pujo tersambar petir dan tak bergerak, mereka langsung berteriak minta tolong.
Beberapa petani lain yang sedang berada di sekitar lokasi pun segera datang dan memberikan bantuan.
Warga kemudian mengevakuasi para korban, serta melaporkan insiden tersebut kepada perangkat desa dan pihak kepolisian.
Jenazah Pujo langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan, sementara Niha dan Tohari dilarikan ke Unit Gawat Darurat Puskesmas Wongsorejo guna mendapat penanganan medis.
Kapolsek Wongsorejo AKP Eko Darmawan menjelaskan bahwa kejadian nahas itu berlangsung saat cuaca mendung tebal menggantung di atas wilayah tersebut.
Petir menyambar saat Pujo sedang sibuk memetik jagung.
“Korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Ini menjadi pengingat keras bagi kita semua untuk lebih berhati-hati terhadap kondisi cuaca ekstrem,” ujar Eko.
Ia mengimbau warga, khususnya para petani dan pekerja lapangan, agar menunda aktivitas di luar ruangan bila langit tampak gelap atau mulai terdengar suara petir.
“Lebih baik menunggu hingga cuaca benar-benar aman daripada mengambil risiko besar,” tutupnya. (*)
Editor : I Made Mertawan